Berita Nasional
Sudah 27 Ribu Orang Teken Petisi Tolak Galon Sekali Pakai di Change.org
Petisi penolakan terhadap produk air kemasan galon sekali pakai di change.org mendapat dukungan publik.
TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Petisi penolakan terhadap produk air kemasan galon sekali pakai di change.org mendapat dukungan publik. Sampai hari ini, sudah lebih dari 27.000 orang menandatangani petisi tersebut.
Meski di awal kampanye sempat menuai perdebatan, namun secara bertahan langkah-langkah tersebut mulai diterima oleh masyakat.
Baca juga: Komunitas Rider Trail Tabalong Peduli Lima Jam Terobos Jalur Pegunungan Salurkan Logistik di HST
Baca juga: Sambiloto Berkhasiat Obati Virus Covid-19, Thailand Sedang Melakukannya
Karena itu, saat sebuah merek air minum dalam kemasan (AMDK) mengeluarkan produk galon sekali pakai yang diklaim sebagai sebuah inovasi untuk menghadirkan air minum yang higienis ke tangah masyarakat, tak sedikit pihak yang menyayangkan.
Sebab, langkah ini dipandang sebagai ketidakpedulian industri terhadap permasalahan yang saat ini dihadapi Indonesia.
Tak hanya LSM dan aktivis pegiat lingkungan yang keras bersuara, dua siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Bekasi, Elhan dan Helfia pun berani beropini.
Melalui platform Change.org, keduanya menggagas petisi “tolak galon sekali” pakai pada November 2020 kemarin.
Terhitung per 18 Januari, setidaknya sudah 27 ribu partisipan telah menandatangani petisi ini.
“Ketika ada perusahaan yang membuat galon sekali pakai, ini merugikan dan justru tidak menghargai upaya pengurangan sampah,” ujar Elhan dalam keterangan tertulis, Jumat (21/1/2021).
Baca juga: Ibu Celine Evangelista Bicara Soal Rumah Tangga Anaknya dengan Stefan William
Baca juga: VIDEO Handilnegara Masih Tenggelam, Tinggi Air Sepinggang Orang Dewasa
Ia menggagas petisi yang ditujukan kepada market leader produk galon sekali pakai tersebut.
Keberaniannya melawan industri tersebut, selain mendapat dukungan dari banyak pihak sekaligus menempatkan kedua remaja ini menjadi sasaran.
Ia mengakui, tak sedikit mendapat tudingan negatif dari pengguna media sosial.
Meski demikian, Elhan mengaku tak gentar sebab upaya tolak plastik sekali pakai adalah kampanye yang telah lebih dulu ada dan harus senantiasa digaungkan.
“Dalam menggagas gerakan ini kami berbicara atas nama alam dan lingkungan, agar ke depannya lingkungan yang kita tempati dapat lebih bersih dan bebas dari sampah plastik yang tersebar dimana-mana,” lanjut Elhan.
Jika berkaca pada data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), apa yang dikhawatirkan Elhan dan Helvia tentu saja tak berlebihan.
KLHK memprediksi, timbunan sampah di Indonesia mencapai 67,8 juta ton. Jumlah tersebut kemungkinan masih terus bertambah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/ilustrasi-galon-air.jpg)