Virus Corona

Perbedaan Vaksin Covid-19 Gratis dan Mandiri Diungkap Erick Thohir

Perbedaan Vaksin Covid-19 Gratis dan Mandiri Diungkap Erick Thohir, Bukan Sinovac

Editor: rendy nicko
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI - Vaksin Covid-19. 

TRIBUNKALTENG.COM - Indonesia telah resmi menjalankan program vaksini Covid-19 secara gratis sejak Rabu (13/1/2021) lalu.

Dimulai dengan Presiden Joko Widodo sebagai orang pertama penerima vaksin Covid-19, kemudian disusul dengan para pejabat, tokoh agama, hingga tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.

Adanya vaksinasi Covid-19 ini bertujuan untuk memeprcepat pembentukan herd immunity atau kekebalan komunitas guna menyelesaikan pandemi corona.

Tak hanya vaksinasi Covid-19 yang diberikan secara gratis, vaksinasi mandiri pun rupanya juga akan dilakukan dalam waktu dekat.

Baca juga: Pengakuan Dokter Tirta Setelah Disuntik Vaksin Sinovac, Isinya Ternyata Virus Mati

Baca juga: Vaksin Sinovac yang Disuntikkan ke Presiden Jokowi Disebut Gagal, Ketua Satgas IDI Beri Penjelasan

Kendati demikian, vaksinasi mandiri ini akan berbeda dengan vaksinasi gratis, terutama jenis dan merek vaksin Covid-19 yang digunakan.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa jenis dan merek vaksin mandiri akan berbeda dengan yang gratis.

"Kalau sampai nanti kita ditugasi vaksin mandiri, tentu seperti arahan dari pimpinan, ada beberapa catatan, satu vaksinnya berbeda jenis."

"Jadi supaya yang gratis dan mandiri tidak tercampur. Jadi merek vaksinnya berbeda," ujar Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (20/1/2021), dikutip dari Kompas.com.

Meski demikian, vaksinasi mandiri ini bukan prioritas pemerintah.

Yang jadi fokus pemerintah adalah pemberian vaksin Covid-19 secara gratis.

"Jadi vaksin gratis harus berjalan, satu sampai dua bulan ke depan, baru nanti kalau ada yang mandiri setelah itu. Itu yang kami dapatkan dari diskusi-diskusi kemarin," kata Erick.

Terkait dengan vaksinasi mandiri ini, Erick masih menunggu penugasan dari Kementerian Kesehatan.

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir.
Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir. (TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN)

Sebab, Kementerian BUMN hanya akan menjalankan tugas yang diberikan dari pemerintah pusat.

"Kalau memang ini menjadi keputusan yang payung hukumnya jelas, tetapi sebenarnya di keputusan Kemenkes waktu itu di dalamnya ada vaksin gratis dan mandiri. Kami tinggal menerapkan saja, apakah nanti ditugaskan vaksin mandiri berjalan atau tidak," kata Erick.

Adapun vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia, yaitu Sinovac, Novavax, AstraZeneca, dan Pfizer BioNTech.

Sementara harga vaksin tersebut, yaitu Sinovac sekitar Rp 200.000 per dosis, Novavax sekitar Rp 225.000 per dosis, AstraZeneca sekitar Rp 60 ribu per dosis, dan Pfize sekitar Rp 275 ribu per dosis.

Terlepas dari itu, hingga saat ini belum diketahui jenis dan merek vaksin Covid-19 apa yang akan digunakan dalam program vaksinasi mandiri.

Artikel ini tayang di gridheath dengan judul Pemerintah Akan Gunakan Vaksin Covid-19 Berbeda dalam Vaksinasi Mandiri, Apa Jenis dan Mereknya?

Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved