Breaking News:

Virus Corona

Perbedaan Vaksin Covid-19 Gratis dan Mandiri Diungkap Erick Thohir

Perbedaan Vaksin Covid-19 Gratis dan Mandiri Diungkap Erick Thohir, Bukan Sinovac

SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI - Vaksin Covid-19. 

"Jadi vaksin gratis harus berjalan, satu sampai dua bulan ke depan, baru nanti kalau ada yang mandiri setelah itu. Itu yang kami dapatkan dari diskusi-diskusi kemarin," kata Erick.

Terkait dengan vaksinasi mandiri ini, Erick masih menunggu penugasan dari Kementerian Kesehatan.

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir.
Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir. (TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN)

Sebab, Kementerian BUMN hanya akan menjalankan tugas yang diberikan dari pemerintah pusat.

"Kalau memang ini menjadi keputusan yang payung hukumnya jelas, tetapi sebenarnya di keputusan Kemenkes waktu itu di dalamnya ada vaksin gratis dan mandiri. Kami tinggal menerapkan saja, apakah nanti ditugaskan vaksin mandiri berjalan atau tidak," kata Erick.

Adapun vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia, yaitu Sinovac, Novavax, AstraZeneca, dan Pfizer BioNTech.

Sementara harga vaksin tersebut, yaitu Sinovac sekitar Rp 200.000 per dosis, Novavax sekitar Rp 225.000 per dosis, AstraZeneca sekitar Rp 60 ribu per dosis, dan Pfize sekitar Rp 275 ribu per dosis.

Terlepas dari itu, hingga saat ini belum diketahui jenis dan merek vaksin Covid-19 apa yang akan digunakan dalam program vaksinasi mandiri.

Artikel ini tayang di gridheath dengan judul Pemerintah Akan Gunakan Vaksin Covid-19 Berbeda dalam Vaksinasi Mandiri, Apa Jenis dan Mereknya?

Editor: rendy nicko
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved