Test Antigen
Kata Epidemiolog Tentang Tes Antigen Mandiri: Harus Dilakukan Tenaga Ahli
Topik tes antigen yang bisa dilakukan mandiri dibicarakan di media sosial Twitter. Begini kata ahli tentang tes mandiri
TRIBUNKALTENG.COM - Pembahasan tentang rapid test antigen yang bisa dilakukan sendiri belakangan ramai dibahas masyarakat di media sosial.
Topik ini ramai dibicarakan di media sosial Twitter, Jumat (15/1/2021).
Salah satu komentar pengguna Twitter menyebutkan, tes mandiri berupa swab antigen biasa dilakukan dan hal itu tidak masalah, tidak seperti PCR.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini 17 Januari 2021, BMKG: 24 Daerah Berpotensi Hujan Lebat
Baca juga: Lelang Jerseynya, Pemain Barito Putera Ferdiansyah Galang Korban Banjir Kalsel
"Ga usah heran bang, kalo antigen bisa mandiri gak kayak PCR. kemarin gue di kantor tes swab antigen mandiri, colok sendiri, walaupun ada nakes yang dateng cuma kasih tau caranya untuk swab antigen mandiri. jadi gak masalah. udah gausah rame," tulis salah satu pengguna Twitter.
Benarkah tes antigen bisa dilakukan secara mandiri, sementara PCR tidak bisa?
Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, menjelaskan, baik PCR maupun antigen sama-sama tidak boleh dilakukan secara mandiri atau bukan dilakukan oleh ahlinya.
"Enggak sembarangan begitu. Jika seperti itu, wajar jika banyak yang false positive atau false negative. Ini kesalahan yang mendasar dari teknik atau pemahaman pemeriksaan penunjang," kata Dicky kepada Kompas.com, Sabtu (16/1/2021).
Dia menjelaskan tes-tes tersebut merupakan teknologi baru, sehingga perlu teknik tersendiri dan dimonitor oleh orang yang berkompeten.
Dicky juga mengingatkan, membaca hasil tes perlu dilakukan oleh dokter atau tenaga ahli.
"Di Australia sekali pun tidak ada pemeriksaan antigen sendiri. Karena berbahaya. Banyak negara maju mendasarkan rapid test antigen based on lab. Tetap ada lab walaupun kecil," kata dia.
Dihubungi terpisah, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan dan Kepala-Leher, dr Wijaya Juwarna SpTHT KL, mengatakan, swab nasofaring sebaiknya dilakukan oleh tenaga ahli.
"Swab nasofaring dilakukan setelah mengikuti pelatihan swab," kata dia kepada Kompas.com, Sabtu (16/1/2021).
Dokter Wijaya menyebutkan, ada risiko jika tes usap atau swab dilakukan mandiri oleh yang bukan ahlinya.
Baca juga: Warga HSU Galang Bantuan untuk Korban Banjir HST Kalsel
Baca juga: XL Axiata Salurkan Bantuan dan Pastikan Jaringan Normal di Daerah Terdampak Banjir di Kalsel
Risiko yang mungkin terjadi misalnya perdarahan.
Risiko lainnya, jika tidak mengetahui struktur tersebut, swab tidak tepat lokasinya sehingga hasil pun bisa tidak tepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/bandara-internasional-syamsudin-noor-asdfdsdf.jpg)