Breaking News:

Berita Sampit

Geger Buruh Sawit Parenggean Kotim Ditemukan Tewas Gantung Diri

Karyawan sebuah Perusahaan Sawit di Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (2/12/2020) pagi geger.

Foto Polres Kotim
TKP rumah korban gantung diri di Parenggean. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Karyawan sebuah Perusahaan Sawit di Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (2/12/2020) pagi geger. Seorang buruh sawit bernama Lovi Irawansyah (25) ditemukan tewas gantung diri dirumahnya yang masih dalam tahap pembangunan.

Buruh sawit Borongan pada bagian Polinasi atau Penyerbukan Bunga yang beralamat di Jalan Cemara RT.023 RW.004 Kelurahan Parenggean Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah ini, ditemukan tergantung dengan kabel listrik melilit dilehernya.

Polisi belum memastikan penyebab atau motif hingga korban melakukan tindakan bunuh diri tersebut, karena masih dalam penyelidikan, namun Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakim, melalui Kapolsek Parenggean, Iptu Agung Gunawan, menjelaskan, berdasarkan keterangan medis dari

Baca juga: Operasi Yustisi Hingga Tengah Malam, 33 Pengendara di Palangkaraya Kena Sanksi

dr. Suryaningtiyas Prabowo merupakan dokter RS Pratama Parenggean yang melakukan Visum et Revertum tubuh korban.

"Hasil visum tidak ditemukan tanda - tanda bekas kekerasan akibat benda tajam maupun tumpul di tubuh korban, kematian korban diperkirakan antara 8 jam sampai 12 jam sebelum ditemukan, dan korban meninggal karena kehabisan napas akibat adanya ikatan pada lehernya," ujarnya.

Namun begitu, kematian pasti korban belum diketahui, karena perlu dilakukan otopsi lagi terhadap bagian dalam tubuh koban, namun pihak keluarga menolak dilakukan otopsi karena korban akan dikuburkan pada hari ini juga." Indikasi penyebab gantung diri korban belum diketahui dan masih dalam penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap Saksi - saksi," ujar Kapolsek.

Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi-saksi kepada penyidik kepolisian setempat, kronologis kejadian, pagi itu, pukul 6.30 wib, di rumah korban di jalan Cemara RT.023 RW.004 Parenggean, awalnya Ryan Eka Putra (25) rekan korban menghubungi korban lewat telepon selular namun tidak diangkat.

Kemudian, Ryan ke rumah korban, dan menemukan korban sudah meninggal dalam keadaan tergantung dengan kabel listrik yang diikat di kayu kasau atap rumahnya yang masih dalam tahap pembangunan, kemudian dia memberitahukan kepada rekannya bernama Wahyudi (25) , saat Wahyudi ke TKP bertemu dengan Pegi Priyanto (25) juga rekan korban.

"Saat itu, mereka bertiga menurunkan tubuh korban dengan melepaskan tali kabel listrik yang terikat dilehernya kemudian tubuhnya kemudian jenazahnya dilarikan ke Rumah Sakit Pratama Parenggean untuk dilakukan pemeriksaan visum et revertum" ujarnya. (Tribunkalteng.com / faturahman).

Penulis: Fathurahman
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved