Berita Kapuas
Sosialisasi Program Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas Digencarkan Disdik
Program "Pendidikan Hebat, Kapuas Cerdas" Dinas Pendidikan (Disdik) Kapuas kini kembali gencar disosialisasikan di 17 Kecamatan wilayah Kabupaten Kapu
Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: edi_nugroho
Editor: Edi Nugroho
TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Program "Pendidikan Hebat, Kapuas Cerdas" Dinas Pendidikan (Disdik) Kapuas kini kembali gencar disosialisasikan di 17 Kecamatan wilayah Kabupaten Kapuas.
Terbaru digelar sosialisasi untuk tiga kecamatan yakni Pulau Petak, Dadahup dan Kapuas Murung.
Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat di lapangan sepakbola Pulau Petak.
"Ya, kemarin sosialisasi untuk tiga kecamatan yakni Pulau Petak, Dadahup dan Kapuas Murung," kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Kapuas H Suwarno Muriyat, Rabu (23/9/2020).
Ia pun menjelaskan Program "Pendidikan Hebat, Kapuas Cerdas" adalah upaya dari Disdik untuk mewujudkan visi misi dari Bupati Kapuas dalam bidang pendidikan.
• Kejari dan Dinas PMD Kapuas Teken MoU Kerjasama dan Koordinasi Dalam Hal Ini
• Geger Satu Rumah Terbakar Bersama Mobil Pikap di Tala Kalsel
Dalam program ini para Pendidik dan Tenaga Kependidikan agar menjalankan tugasnya dengan penuh komitmen, profesional dan kreatif.
Hal tersebut sangat diperlukan dalam menyikapi keadaan penyebaran Covid-19 yang masih terus mewabah
"Dalam Program Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas di masa pandemi ini tentu para guru harus kreatif, inovatif dan bekerja dalam team teaching sehingga proses Belajar Dari Rumah (BDR) berjalan lancar tanpa membebani," katanya.
Dilanjutkannya, kiranya metode, pendekatan dan strategi bisa dilakukan secermat mungkin. "Misal tenaga pendidik dapat saja mengadakan lomba dengan merekam berbagai aktifitas BDR dalam video dari masing-masing rumah selain sebagai ajang kompetisi juga menciptakan media pembelajaran yang efektif," ujarnya.
Lebih lanjut, Suwarno juga mengungkapkan jika pihaknya juga telah menjalankan Program Tuntas Baca Tulis Quran (TBTQ). Agar nantinya tidak ada lagi peserta didik beragama Islam yang buta baca tulis Quran.
"Ke depan saat anak didik akan masuk sekolah diharuskan telah mampu membaca tulis Quran. Hal serupa berlaku pula bagi peserta didik yang beragama lain akan ada menyesuaikan dengan ajaran agama masing-masing dan perkembangan usia, sosial dan budaya," pungkasnya.
(Tribunkalteng.com/Fadly Setia Rahman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/kadisdik-kapuas-suwarno-non-no.jpg)