Breaking News:

Berita Tala Kalsel

Geger Satu Rumah Terbakar Bersama Mobil Pikap di Tala Kalsel

Kewaspadaan terhadap api benar-benar harus tetap ditingkatkan meski saat ini hujan masih kerap mengguyur, Rabu (23/9) siang api berkobar di Kota Pelai

Tribunkalteng.com/idda royani
Api melumat rumah Mawardi di Kawasan Pintu Air, Pelaihari, Rabu (23/9) siang. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Kewaspadaan terhadap api benar-benar harus tetap ditingkatkan meski saat ini hujan masih kerap mengguyur, Rabu (23/9) siang api berkobar di Kota Pelaihari dan meluluhlantakkan satu unit rumah.

Tak cuma itu, pada musibah yang terjadi pukul 11.30 Wita tersebut harta benda pemilik rumah juga ludes. Termasuk satu unit mobil pikap jenis L-300. Saat itu di beberapa tempat di Kota Pelaihari hujan sempat mengguyur meski tak lama.

Rumah yang lumat terbakar dan cuma menyisakan puing arang itu milik Mawardi (39), warga Jalan Pintu Air RT 24 RW 7, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari.

Rumah berkonstruksi kayu tersebut hanya dihuni dua orang yakni Mawardi bersama sang istri, Santi Rahmida (46).

Syukuran Penetapan Ben- Ujang Sebagai Cagub-Cawagub Kalteng 2020, Inilah Visi-Misinya

Muslimat NU Kapuas: Kecintaan Ben pada Umat Muslim Tidak Perlu Diragukan Lagi

Data pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala, harta benda yang lumat terbakar meliputi barang perlengkapan rumah tangga, satu unit mobil pikap, dan dua unit sepeda motor. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 150 juta.

Selain itu, api juga sempat merembet pada satu rumah lainnya yang berdampingan yang dihuni Salmiah (46) bersama dua orang lainnya yaitu Yusri Hanifah (24) dan Safiah (19).

Namun api yang menjamah rumah Salmiah hanya 50 persen saja. Bagian yang dilumat api yakni atap dan dinding. Kerugian sekitar Rp 50 juta.

Dari mana asal api? "Berdasar keterangan yang terhimpun di lokasi, api muncul dari arah kamar rumah yang ludes terbakar (Mawardi). Cuma belum diketahui dari apa munculnya api, masih kami gali di lapangan," ucap Kabid Damkar, Satpol PP dan Damkar Tala Tony Permana.

Begitu halnya mengenai saat kejadian apakah rumah dalam kondisi kosong atau berpenghuni, Tony mengatakan hal itu juga masih digali di lapangan.

"Apakah rumah itu dalam keadaan kosong atau apakah penghuni rumah kaget kalut lalu keluar rumah, ini yang belum jelas. Masih kami himpun infonya di lapangan," tandasnya.

Dikatakannya saat petugas pemadam datang, api telah sangat membesar sehingga rumah milik Mawardi tersebut tak sempat terselamatkan. "Apalagi itu rumah kayu, sudah agak tua juga sehingga api menjadi cepat berkobar," sebut Tony.

Petugas pemadam gabungan (Satpol PP Damkar, BPBD, BPK Swasta, TNI, Polri, masyarakat) bahu-membahu mengamankan sejumlah rumah yang berada di sekitarnya. Sekadar diketahui, Pintu Air merupakan kawasan permukiman padat penduduk.

"Alhamdulillah api dapat kami kendalikan sehingga tidak meluas," tandas Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Tala HM Faried Widyatmoko. (Tribunkalteng.com/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved