Breaking News:

Berita Tala Kalsel

Gas Subsidi 3 Kilogram Tembus Rp40 Ribu, Warga Tala Kalsel Gembira Ada Operasi Pasar

Operasi pasar liquid petroleum gas (LPG) kemasan tiga kilogram yang digencarkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil,

tribunkalteng.com/idda royani
Warga Kelurahan Pelaihari antusias mendatangi lokasi operasi pasar gas elpiji tiga kilogram di kantor kelurahan setempat, Kamis siang kemarin. 

Editor: Edi Nugroho

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Operasi pasar liquid petroleum gas (LPG) kemasan tiga kilogram yang digencarkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), benar-benar menjadi angin segar bagi warga.

Kepada banjarmasinpost.co.id sejumlah warga di Kota Pelaihari mengutarakan apresiasinya atas upaya pemerintah daerah tersebut di tengah melambungnya harga gas subsidi yang familiar disebut gas melon tersebut.

"Sangat bermanfaat adanya operasi pasar gas elpiji, sangat membantu kami warga kecil seperti saya ini," ucap Arman, warga Kelurahan Pelaihari, Selasa (8/9/2020).

Senada diutarakan Amniah. Ia berharap operasi pasar elpiji melon tersebut berlanjut. "Kalau saja bisa tiap bulan, saya sangat senang," harap warga Jalan Dharma Kelurahan Pelaihari.

Ia menuturkan sejak beberapa hari lalu harga gas melon teramat mahal yakni mencapai Rp 40 ribu per tabung. "Kalau di pangkalan murah saja, cuma sekitaran Rp 20-21 ribu saja. Tapi kan cepat banget habisnya. Begitu barangnya datang paling sejam sudah habis," sebutnya.

Dua Bacalon Gubernur Kalteng Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS Doris Sylvanus

Warga Kintap Tanahlaut Kalsel Panik, Tiba-tiba Lahan Tidur Terbakar

Tugu Soekarno Jadi Tempat Deklarasi Bapaslongub Kalteng Sugianto- Edi Pratowo

Ketika gas elpiji tiga kilogram tersebut telah berada di warung eceran, sebut Amniah, harganya mahal. Karena itu dirinya rela antre di pangkalan untuk mendapatan harga murah namun kadang juga tak kebagian kalau datang telat.

"Untungnya saya perlunya tak banyak, paling sebulan cuma dua tabung. Yang kasihan yang berjualan makanan, tiap saat memasak sehingga perlu banyak," sebut Amniah.

Harapan serupa diungkapkan Bahrin, ketua RT 26 Kelurahan Pelaihari. "Tentu kalau harapan kami ya supaya operasi pasar dipersering karena kan yang kebagian sedikit saja ketika ada operasi pasar," sebutnya.

Seperti pada operasi pasar yang digelar di halaman kantor Kelurahan Pelaihari, Kamis siang kemarin, warga RT 26 yang kebagian hanya 14 orang. Padahal jumlah warga sebanyak 149 kepala keluarga (KK).

Pada operasi pasar gas elpiji tiga kilogram, kemarin, sebanyak 280 tabung yang disalurkan seharga Rp 19 ribu sesuai HET (harga eceran tertinggi). Pendistribusiannya melalui sistem kupon yang diatur oleh ketua RT masing-masing.

Ada 14 RT yang kemarin giliran mendapatkan alokasi gas subsidi pada operasi pasar tersebut yakni RT 16 hingga 29. Sedangkan warga di RT 1 hingga 15 telah terjamah lebih dulu pada operasi pasar beberapa waktu lalu. (tribunkalteng.com/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: edi_nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved