Kriminal Kapuas

Polres Kapuas Amankan Remaja dalam Kasus Dugaan Pencabulan

Petugas Polres Kapuas mengamankan remaja berusia 18 tahun yang dilaporkan karena disuga telah melakukan pencabulan terhadap anak perempuan 16 tahun.

POLRES KAPUAS UNTUK TRIBUN KALTENG
Tersangka kasus dugaan pencabulan, bersama barang bukti, kini telah diamankan Polres Kapuas, Kalimantan Tengah ( Kalteng ), Selasa (14/7/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

TRIBUN KALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Tak terima anak dicabuli, orangtua melaporkan seorang remaja berusia 18 tahun kepada Polres Kapuas, Kalimantan Tengah.

Petugas Satreskrim Polres Kapuas berhasil mengamankan tersangka kasus pencabulan tersebut, Senin (13/7/2020) siang.

Kapolres Kapuas, AKBP Manang Soebeti, melalui Kasateeskrim, AKP Tri Wibowo, membenarkan bahwa pihaknya mengamankan pelaku tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur tersebut.

"Ya, pelaku tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur, telah kami amankan guna proses lebih lanjut. Penangkapan menindaklanjuti laporan keluarga korban," katanya, Selasa (14/7/2020).

Kasatreskrim pun membeberkan kronologi kejadian. Tindak persetubuhan dilakukan oleh pelaku terhadap korbannya beberapa bulan yang lalu.

Dua Perwira dan 38 Bintara Polres Kapuas Mendapat Penghargaan ini dari Polri

Sosialisasi Cegah Karhutla, Ini yang Dilakukan Satsabhara Polres Kapuas

Anggota Polres Kapuas Dibekali Latihan Beladiri Antisipasi Serangan Pelaku Kejahatan

Satu Orang Reaktif Hasil Rapid Test di Polres Kapuas Jalani Isolasi

Simpan Sabu, Pria Selat Tengah Diamankan Satresnarkoba Polres Kapuas

"Tempat pelaku melakukan aksinya di sebuah barak di Jalan Cilik Riwut, Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas," bebernya.

Disampaikannya pula, berdasarkan informasi, pelaku menyetubuhi korban pada saat keadaan tidak berdaya akibat pengaruh minuman keras yang diminum bersama.

"Adapun barang bukti yang diamankan, yaitu satu lembar celana training warna hitam list pink, satu lembar kaos warna kuning dan satu buah celana dalam dan BH," bebernya.

Orangtua korban yang mengetahui kejadian tersebut tentu merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kapuas guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.

"Laporan dari pihak korban kami tindaklanjuti dan pelaku kami amankan di kawasan tempat tinggalnya," tandasnya.

AKP Tri menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan korban untuk proses hukum lebih lanjut.

"Untuk sementara pelaku kami jerat dengan pasal 81 ayat (1) UU RI no 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak," pungkasnya.

(Tribun Kalteng/Fadly  SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved