Breaking News:

Berita Nasional

5 Fakta RUU HIP, Mulai dari Diusulkan DPR RI dan Berpolemik di Masyarakat

5 Fakta RUU HIP, Mulai dari Diusulkan DPR RI dan Berpolemik di Masyarakat

Editor: rendy nicko
setkab.go.id
Pancasila. 5 Fakta RUU HIP, Mulai dari Diusulkan DPR RI dan Berpolemik di Masyarakat 

BANJARMASINPOST.CO.ID -Berikut 5 Fakta RUU HIP, Diusulkan DPR RI dan Berpolemik di Masyarakat.

Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila ( RUU HIP) masih menjadi perbincangan di Tanah Air.

Hadirnya RUU HIP ini dinilai tidak tepat dibahas di tengah masa pandemi. Sebab, hal itu bukanlah menjadi urgensi untuk dibahas saat ini.

Oleh karena itu, RUU HIP menuai sejumlah tanggapan dan polemik dari berbagai tokoh.

Zodiak Kamis 25 Juni 2020 Ramalan Lengkap, Aries Dapat Masalah Rumit

Saat Masih di Penjara Karena Kasus Korupsi, Zumi Zola Digugat Cerai Istri

Berikut 5 fakta mengenai RUU HIP yang perlu diketahui:

1. Diusulkan oleh DPR RI

Melansir dari Catatan Rapat Badan Legislasi Pengambilan Keputusan Atas Penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Haluan Ideologi Pancasila pada 22 April 2020, RUU HIP adalah RUU yang diusulkan oleh DPR RI dan disebut telah ditetapkan dalam Prolegnas RUU Prioritas 2020.

Dari catatan rapat tersebut, disebutkan bahwa saat ini belum ada undang-undang sebagai landasan hukum yang mengatur mengenai Haluan Ideologi Pancasila untuk menjadi pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga diperlukan Undang-Undang tentang Haluan Ideologi Pancasila.

Adapun dalam RUU tersebut membahas dibentuknya beberapa badan, seperti kementerian atau badan riset dan inovasi nasional, kementerian/badan kependudukan dan keluarga nasional, serta badan yang menyelenggarakan urusan di bidang pembinaan ideologi Pancasila.

2. Membuat bias Pancasila

Wakil Ketua MPR Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mengkritik sejumlah pasal, salah satunya Pasal 6 RUU HIP yang menyebutkan ciri pokok Pancasila adalah Trisila yang terkristalisasi dalam Ekasila.

Karena istilah tersebut tidak pernah disebutkan dalam lembaran negara, menyebabkan istilah Pancasila menjadi bias.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved