Breaking News:

Banjir di Sampit

Warga Sampit Waswas Banjir Datang Lagi dan Merendam Rumah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim), telah melakukan pendataan 29 desa yang ada di 8 kecamatan tergenang banjir.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Halaman dan rumah warga di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, kebanjiran akibat curah hujan tinggi dan luapan Sungai Mentaya. Banjir juga merendam kecamatan di pinggiran Kabupaten Kotim. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Sungai Mentaya saat pasang, ditambah hujan intensitas tinggi, membuat air di drainase meluap kemudian merendam halaman hingga masuk ke dalam rumah di bantarannya, wilayah Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah ( Kalteng ).

"Saya bingung, sekian lama menghuni rumah ini, tidak pernah kebanjiran. Tapi kali ini rumah kami kemasukan air setinggi hampir seluruh orang dewasa. Air di drainase yang ada di samping rumah meluber, masuk ke dalam rumah kami," ujar Iwan, warga Jalan Pangeran Antasari, Kota Sampit, Minggu (3/5/2020).

Hal senada diungkapkan Samsudin, warga yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya Sampit, rumahnya juga terendam akibat luapan Sungai Mentaya, sehingga membuatnya khawatir akan masuk binatang buas ke dalam rumahnya.

"Baru kali ini debit air Sungai Mentaya tinggi, sehingga luapannya masuk ke dalam rumah, kami juga kaget," ujarnya.

Peduli Tenaga Medis, Polda Kalteng - Korem 102 Panji Panjung Bagikan 350 Makanan Sahur

Hore, Biar Telat Bayar Pajak Motor Tak Kena Denda di Samsat Kalteng, Keringanan karena Corona

Operasional Angkutan Umum Dihentikan, Pengusaha Angkutan Kotim Kalteng Punya Permintaan ini

Kotim Panen Ratusan Hektare Padi Lokal, Siap Untuk Ketahanan Pangan Hadapi Covid-19

Pejuang Agraria Kotim Meninggal saat Proses Hukum, Kejati Kalteng Sebut Karena Sakit

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim), telah melakukan pendataan 29 desa yang ada di 8 kecamatan di Kabupaten Kotim tergenang banjir dengan tinggi air mencapai selutut orang dewasa , pada dataran rendah bahkan mencapai 1 meter.

Informasi terhimpun, luapan air selain di bantaran sungai di Kecamatan Baamang dan Ketapang, Kota Sampit, juga melanda Kota Besi, Cempaga Hulu, Bukit Santuai, Antang Kalang, Mentaya Hulu, Parenggean, Telaga Antang dan Tualan Hulu.

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kotim, Yephi Hartadi Heriyanto, mengungkapkan, banjir terjadi pada wilayah utara sehingga pihaknya pun melakukan penanggulangan.

"Kami mendirikan pos di kantor desa untuk penangannya," ujarnya.

Pantauan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Minggu (3/5/2020) kondisi debit air Sungai Mentaya sudah mulai surut, sehingga genangan air yang sebelumnya meluber hingga masuk ke dalam rumah warga pun sudah mengering.

Namun begitu, warga masih waswas debit air kembali naik dan mengakibatkan banjir

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved