Breaking News:

Wabah Corona di Kalteng

Hore, Biar Telat Bayar Pajak Motor Tak Kena Denda di Samsat Kalteng, Keringanan karena Corona

Hore, Biar Telat Bayar Pajak Motor Tak Kena Denda di Samsat Kalteng, Keringanan karena Corona

Penulis: Fathurahman | Editor: Royan Naimi
Polres Palangkaraya
ILUSTRASI: Razia kendaraan bermotor yang digelar Satlantas Polres Palangkaraya, Jumat (4/10/2019). 

Editor: Royan Naimi

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Sejumlah warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah merasa terbantu dengan adanya kebijakan pembebasan pembayaran denda bagi pemilik kendaraan telat atau tidak sempat membayar pajak kendaraan, akibat anjuran tidak keluar rumah.

Selama Pendemik Corona di Kalteng, khususnya di Palangkaraya, banyak warga Kalteng, yang enggan keluar rumah karena khawatir terjangkit virus Corona, sebab Palangkaraya masuk kategori penularan lokal dan sudah banyak warga yang terjangkit sehingga warga enggan keluar rumah jika tidak penting.

Iwan salah satu warga di Jalan Murjani Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut Palangkaraya, mengaku telat membayar pajak sepeda motornya hingga sebulan.

Ruang Gerak Warga Palangkaraya Dipersempit, Jelang Pembatasan Sosial Tingkat Kelurahan Cegah Corona

VIDEO: KNPI Kapuas Sediakan Tempat Cuci Tangan di Tepi Jalan untuk Masyarakat Saat Pandemi COVID-19

Gugus Tugas Covid-19 Kapuas Siapkan Rumah Karantina untuk ODP dan PDP

"Saya lupa membayar sehingga telat, tapi syukurlah ada kebijakan pemutihan denda selama Pandemi, ini sangat membantu kami," ujarnya, Jumat (1/5/2020).

Pemerintah Provinsi  Kalimantan Tengah melalui Badan Pendapatan Daerah mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Gubernur  Nomor 13 Tahun 2020  tentang Penghapusan Sanksi Administrasi  Bagi Kendaraan Bermotor Yang Terdaftar di Kalimantan Tengah. 

Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalteng Kaspinor, mengatakan, kebijakan ditempuh dalam upaya membantu meringankan beban masyarakat ditengah Pandemi Covid 19, yakni dengan penghapusan sanksi administrasi untuk kendaraan bermotor yang belum membayar pajak.

"Pajak terutang diberikan berupa penghapusan denda dan bunga pajak yang terutang sebesar 100 persen,  khususnya untuk denda pajak kendaraan bermotor (PKB)," ujar Kaspinoor seraya mengungkapkan, masa penghapusan sanksi administrasi pembayaran pajak kendaraan bermotor berlaku terhitung mulai tanggal 2 Mei - 31 Juli 2020 mendatang.

Dia mengimbau kepada warga yang telat membayar pajak sepeda motor atau kendaraan lainnya untuk melakukan pembayaran di kantor Samsat yang ada di kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan Tengah, karena meski telat dalam membayar pajak, tidak dikenakan denda.

"Silakan langsung ke kantor Samsat untuk mengurusnya," ujarnya. 

(tribunkalteng.com/faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved