Berita Kobar

Biaya Operasi Bayi Kembar Siam Mencapai Rp 1 Miliar, Kapolres Kobar Buatkan Rekening

Bayi kembar siam dempet dada putra dari Istiharoh (30), warga Natai Arahan, Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah

Biaya Operasi Bayi Kembar Siam Mencapai Rp 1 Miliar, Kapolres Kobar Buatkan Rekening
Polres Kobar
Kapolres Kobar, AKBP Dharma Ginting, saat menjenguk bayi kembar siam dempet bagian dada anak dari Istiharoh warga Natai Arahan, Pangkalanbun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALANBUN - Bayi kembar siam dempet dada putra dari Istiharoh (30), warga Natai Arahan, Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, hingga, Rabu (8/1/2020) masih di rawat di RSUD Immanuddin.

Pihak rumah sakit masih melakukan perawatan intensif bayi kembar siam tersebut, prapelaksanaan operasi pemisahan badan kedua bayi laki-laki yang mengalami dempet dibagian dada diketahui setelah operasi caesar yang dilakukan di rumah sakit milik Pemkab Kotawaringin Barat tersebut, Sabtu (4/1/2020).

Rencana operasi pemisahan bagian badan atau bagian dada bayi yang dempet tersebut, akan dilakukan di Rumah Sakit dr Sutomo, Surabaya, Jawa Timur. Karena memerlukan dana yang cukup besar hingga mencapai Rp1 miliar lebih.

Mahasiswa Indonesia Bikin Gempar Inggris, Membius dan Memperkosa 193 Pria Hingga Berdarah-darah

Hasil Malaysia Masters 2020 - Greysia Polii/Apriyani Rahayu Genapi 3 Wakil Indonesia ke Babak Kedua

Hasil Piala Liga Inggris Man City Vs Man United - The Citizens Hancurkan The Red di Old Trafford

Kapolres Kobar AKBP Dharma Ginting, dibantu pihak rumah sakit akan membuka rekening sosial pengumpulan sumbangan untuk operasi bayi kembar siam tersebut."Kami berusaha membantu untuk membuka rekening untuk operasi bayi kembar siam, semoga bisa mencapai dana untuk operasi bayi kembar tersebut," ujar Kapolres.

Kapolres Kobar ini, merasa terpanggil untuk membantu, Ibu dan bayi kembar siam karena orang tua bayi tinggal sebatang kara di Pangkalanbun, dan belum memiliki pekerjaan tetap, sehingga Kapolres turut membantu tali asih untuk ibu da bayi kembar siam tersebut.

AKBP Dharma Ginting , mengatakan, perlu gerakan bersama untuk membantu pembiayaan operasi bayi kembar siam laki-laki yang dempet bagian dadanya tersebut."Saya mengajak para dermawan untuk membantu biaya operasi bayi kembar siam, ini karena dana yang diperlukan cukup besar," ujarnya.

Dia mengatakan, kasus bayi kembar dempet dada dan perut ini pertama kali di Pangkalanbun, tentunya memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak dalam menjamin keselamatan bayi tersebut."Kami akan buatkan rekening khusus untuk pengumpulan sumbangan bagi bayi tersebut," ujarnya.

Lebih jauh, Kapolres mengungkapkan, Istiharah selama ini hidup serba kekurangan dan hidup sebatangkara, tidak punya keluarga karena suami pergi meninggakkannya, sedangkan orang tuanya meninggal dunia, selama ini Istiharoh hanya dibantu tetangganya.

Tentunya, ibu dan bayi kembar tersebut, memerlukan bantuan dari pihak dermawan, sehingga akan dibuatkan rekening bank yang nantinya akan digunakan sebagai wadah pengumpulan dana dari dermawan yang ingin memberikan bantuan.
(tribunkalteng/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved