Kabar Kotim

Sindikat Pembuat Uang Palsu di Sampit Terbongkar, Begini Cara Kerja Komplotan

Berawal dari tertangkapnya Yupizal Zali Ikhwan Ikhsan (29) alias Yupi, komplotan pembuat uang palsu di Sampit, Kotawaringin Timur, Kalteng, akhirnya t

Sindikat Pembuat Uang Palsu di Sampit Terbongkar, Begini Cara Kerja Komplotan
Polres Kotim
Tiga orang pelaku kawanan pembuat Uang Palsu di Kotim, diamankan polisi hasil pengembangan penangka, pengedar Upal, Yupizal alias Yupi, sepekan yang lalu. 

TRIBUNKATLENG.COM, SAMPIT - Berawal dari tertangkapnya Yupizal Zali Ikhwan Ikhsan (29) alias Yupi, komplotan pembuat uang palsu di Sampit, Kotawaringin Timur, Kalteng, akhirnya terbongkar.

Yupizal yang merupakan seorang buruh harian lepas meeupakan warga, Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Kasongan Lama Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalteng.

Dia diamankan petugas, lantaran laporan sopir taksi , bahwa pelaku yang menumpang taksi membayar dengan uang kertas ratusan ribu merupakan uang palsu.

Pelaku diamankan di areal Terminal Eks Gedung Juang Jalan Usman Harun Kelurahan Mentawa Baru Hulu Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng.

Bayar Ongkos Taksi Pakai Uang Palsu, Warga Kasongan Ini Diamankan Polres Kotim

Syekh Puji Sempat Dipenjara karena Nikahi Bocah 12 Tahun, Hartanya Masih Puluhan Miliar!

Lama Tak Terdengar, REDD+ di Kalteng Digemakan Lagi

Hasil pengembangan kasus Upal terhadap Yupizal, polisi kemudian membongkar komplotan lainnya yang terlibat, sehingga tiga orang lainnya ditangkap.

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, mengungkapkan, ada tiga orang kawanan Yupizal yang menyusul ditangkap dalam pembuatan Upal tersebut antara lain, Muhanmad Hermansyah alias Herman peranannya, memalsukan rupiah atau membuat uang palsu dengan cara mengcopy printer dua lembar uang kertas nominal Rp. 100.000,- masing-masing nomor seri ABT188845 dan SCT861484 dengan hasil copy printer sebanyak 400 lembar.

Kemudian, dia menyerahkan uang palsu hasil copy printer tersebut kepada tersangka Siswanto alias Ajis, sedangkan Hermansyah alias Herman, orang yang menyuruh membuat upal, turut serta membantu saat membuat uang palsu dengan menyiapkan satu rim kertas HVS ukuran A4 60 gram juga mengatur posisi uang didalam printer saat akan dicopy printer dan membantu menggunting kertas hasil copy printer sesuai gambar uang hasil copy printer tersebut.

Kapolres mengungkapkan, hasil copy printer uang palsu sebanyak 400 lembar tersebut disimpan di rumah tersangka sebanyak 100 lembar dan sebanyak 300 lembar diserahkan kepada tersangka lainnya, Dedi Catur Cahyadi alias Dedi yang turut mengedarkan uang palsu sebanyak 200 lembar.

Penyebaran uang palsu sebanyak 100 lembar yang sebelumnya disimpan oleh tersangka ditambah uang palsu sebanyak 100 lembar yang sebelumnya disimpan oleh tersangka Dedi , kemudian diserahkan kepada Yupizal Zali yang duluan ditangkap atas laporan dlsopir taksi, saat tersangka Yupizal membayar uang penggunaan jasa taksi dengan upal Rp100 ribu. polisi. (Tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved