Kalteng Kita

Lama Tak Terdengar, REDD+ di Kalteng Digemakan Lagi

REDD+ merupakan upaya atau langkah-langkah yang di desain untuk menggunakan insentif keuangan mengurangi emisi dari gas rumah kaca dari deforestasi da

Lama Tak Terdengar, REDD+ di Kalteng Digemakan Lagi
tribunkalteng.com/khaitami
Sekda Kalteng Fahrizal Fitri 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ditunjuk sebagai salah satu provinsi percontohan penerapan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD)+.

Dalam mendukung itu, program pembangunan harus berbasis lingkungan.

REDD+ merupakan upaya atau langkah-langkah yang di desain untuk menggunakan insentif keuangan mengurangi emisi dari gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan.

Mendukung upaya tersebut, digelar kegiatan Konsultasi Publik Implementasi Strategi REDD+.

Sekdaprov Kalteng, Fahrizal Fitri, Rabu (18/12/2019) mengungkapkan, saat ini semua daerah melakukan pembangunan harus mengutamakan kajian lingkungan hidup strategis bagi semua level dari Pemerintah provinsi, Pemerintah Kota maupun Kabupaten.

Peserta Lokakarya REDD+ Tinjau Lapangan

Hakim Jamaluddin Berniat Ceraikan Istrinya Sebelum Tewas, Zuraida Hanum Menolak, Ini Kata Pengacara

Permendikbud Tetapkan Syarat Daftar PPDB 2020 Jalur Afirmasi, Menipu Bakal Kena Proses Hukum

"Ini akan diawasi dan dievaluasi lebih lanjut," ujarnya, Rabu (18/12/2019).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2012 sudah menyusun dokumen Rencana Aksi Daerah
Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD GRK).

Selain dokumen RAD GRK, Provinsi Kalimantan Tengah juga sudah memiliki dokumen Strategi Rencana Aksi Provinsi tentang REDD+ yang disusun tahun 2013.

Dalam dokumen SRAP ini sudah disusun rencana meliputi pelaksanaan perubahan paradigma dan budaya kerja yang subtansial dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang rendah emisi karbon melalui pengelolaan sumberdaya hutan dan lahan gambut ke arah yang berkelanjutan.

Kalimantan Tengah diberikan alokasi emisi melalui deforestasi sebesar 22.318.952 ton CO2 Dengan alokasi emisi melalui deforestasi.

"Kalimantan Tengah relatif lebih mudah  merencanakan penurunan emisi berbasis lahan. Semua pihak diharapkan bekerjasama menyusun rencana aksi daerah penurunan emisi GRK yang lebih ramah lingkungan untuk terjadinya pembangunan yang berkelanjutan," ujarnya.

Tribunkalteng.com /faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved