KKB OPM Klaim Tembak 2 Anggota TNI, Kapendam: Tak Benar!

Meski membuat helikopter logistik kembali ke Timika, dapat dipastikan tidak ada korban jiwa dan heli yang tertembak oleh para kawanan KKB tersebut.

KKB OPM Klaim Tembak 2 Anggota TNI, Kapendam: Tak Benar!
(facebook/TNPPB)
Terbongkar Kebohongan KKB Rampas Senjata TNI. Foto senjata yang diklaim KKB rampasan dari TNI. Padahal senjata ini sudah tidak pakai TNI. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAYAPURA - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB- OPM) mengklaim telah menewaskan dua prajurit TNI dalam kontak senjata di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, Jumat (29/11/2019).

Menganggapi hal itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih Kolonel CPL Eko Daryanto mengatakan pernyataan yang dikeluarkan TPNPB-OPM tidak benar.

"Tidak ada, kita tidak ada korban," ujar dia saat dihubungi melalui telepon, Minggu (1/12/2019).

Menurut dia, sesuai pernyataan Komandan Resor Militer 172/Praja Wira Yakti Kolonel Infantri Binsar Sianipar bahwa dalam kontak senjata yang berlangsung selama 15 menit tersebut, justru dari pihak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menjadi korban. 

Terungkap Dugaan Sumber Dana KKB Papua untuk Beli Senjata & Amunisi, Kapolda Lakukan Ini

Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 2 Desember 2019: Gemini Khawatir soal Keuangan, Virgo Kurang Sehat

Menteri Agama Takkan Tarik Rekomendasi Perpanjangan Izin FPI, Ini Kata Mendagri

"Kita dengar dari yang berkompenten saja, Danrem kan sudah menegaskan itu," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Aparat keamanan kembali terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua.

"Betul ada kontak senjata di Mugi," ujar Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Candra Dianto, saat dihubungi melalui telepon, Jumat (29/11/2019).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.25 WIT tersebut, terjadi karena KKB yang diyakini merupakan kelompok Egianus Kogoya, ingin mengganggu helikopter TNI yang akan melakukan pendorongan logistik (dorlog) dari Kabupaten Mimika.

Namun, prajurit TNI yang tengah bersiap melakukan pengamanan mengetahui keberadaan kelompok tersebut.

"Tadi ada anggota yang mau pengamanan heli yang mau dorlog, terus mereka melihat ada 5 orang membawa senapan serbu. Kemudian ditembak tapi tidak kena, akhirnya baku tembak sekitar 15 menit," kata Candra.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved