Kabar Kotim

Abrasi Pantai Ujung Pandaran Ancam Makam Keramat, Pemecah Ombak Dibangun Pemanen

Abrasi pantai yang terjadi kian parah, sehingga jika tidak ditanggulangi secara cepat dan tepat, lambat laun Pantai Ujung Pandaran akan semakin terkik

Abrasi Pantai Ujung Pandaran Ancam Makam Keramat, Pemecah Ombak Dibangun Pemanen
Tribunkalteng.com / faturahman
Tanggul pemecah ombak berupa susunan batu segi empat ini sebagai upaya menahan abrasi Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, Kalteng. Karena sebelumnya, upaya menyusun karung berisi pasir untuk menahan ombak saat ini sudah hancur. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kuatnya ombak air laut jawa yang menghantam pesisir Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah hingga, Senin (2/12/2019) sudah mengikis bagian besar pantai kawasan wisata tersebut.

Abrasi pantai yang terjadi kian parah, sehingga jika tidak ditanggulangi secara cepat dan tepat, lambat laun Pantai Ujung Pandaran akan semakin terkikis dihantam ganasnya ombak air laut jawa tersebut.

Bahkan, bangunan kubah keramat yang ada di bagian ujung pantai tersebut terancam sirna jika abrasi tidak segera diatasi.

Salah satu nelayan Pantai Ujung Pandaran, Iyan, mengatakan, selama ini dia memantau ombak air laut jawa yang menghantam pesisir pantai memang sudah sangat ganas, karena beberapa material yang dipasang untuk menghalau gelombang hancur dihantam gelombang, sehingga dibangun tanggul dan pemecah ombak.

Kotim Benah Wisata Pantai Ujung Pandaran, Alokasi Dana Dermaga Wisata Rp35 Miliar

Reuni 212 Siap Digelar, Habib Rizieq Bakal Hadir?

Rampok Beraksi, Karyawan Alfamart Teluk Tiram Banjarmasin Barat Ditodong Parang

"Dulu, upaya yang dilakukan oleh Pemkab Kotim, yakni dengan menempatkan karung-karung besar berisi pasir yang disusun sepanjang bibir pantai Ujung Pandaran. Nnamun saat ini semua karung ukuran besar tersebut hancur, karena setiap hari dihantam ombak air laut jawa, demikian juga susunan batu juga hancur tidak permanen, hancur" ujarnya.

Saat ini Pemkab Kotim mengupayakan dengan memasang susunan baru yang dengan lapisan semen, disepanjang bibir pantai agar abrasi pantai tidak bisa menghantam daratan pantai.

"Untuk susunan batu segi empat, tanggul dan pemecah ombak, ini baru dipasang dan selama ini cukup bagus karena dibangun permanen untuk menahan ombak agar tidak terjadi abrasi," ujarnya.

Bupati Kotim, H Supian Hadi, mengatakan, pihaknya sudah memindahkan sebagian warga yang awalnya tinggal di pesisir pantai ujung pandaran tersebut ke bagian daratan yang aman dari abrasi pantai.

"Kami bangunankan mereka rumah layak huni, agar pindah dari pantai yang rawan abrasi," ujarnya.

(Tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved