Bripda NOS Dipecat dari Polri, Terafiliasi Jaringan Teroris JAD
Bripda NOS diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dari Polri lantaran terpapar radikalisme dan terafiliasi jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (
Selain itu, dari penyidikan Densus 88, diduga terlibat dengan jaringan kelompok JAD Bekasi pimpinan Fazri Pahlawan alias Abu Zee Ghurobah.
NOS juga dipastikan telah tersambung dengan jaringan JAD yang dituding merupakan dalang dari beberapa aksi terorisme di Indonesia, salah satunya aksi JAD adalah teror bom di Surabaya pada 2018.
Abu Zee telah ditangkap Densus 88 di Tambun Selatan, Bekasi pada 23 September 2019.
Jaringan JAD dituding menjadi dalang dari beberapa aksi terorisme di Indonesia. Salah satu aksi JAD adalah teror bom di Surabaya pada 2018 lalu.
Densus 88 Polri juga terus mendalami pernah atau tidaknya NOS membocorkan informasi dari kepolisian ke jaringan teroris tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui NOS diduga terpengaruh cukup dalam terkait kelompok ini.
Awalnya, NOS mempelajari radikalisme secara otodidak melalui media sosial.
Hal tersebut terlihat dari akun media sosialnya.
Disebutkan, NOS terpengaruh kuat dengan kelompok JAD yang dituding menjadi dalang beberapa aksi terorisme di Indonesia.
Bahkan kelompok JAD disebut-sebut tengah mempersiapkan NOS untuk menjadi 'pengantin' atau alias eksekutor bom bunuh diri (suicide bomber).
Tidak hanya Bripda NOS yang terpapar radikalisme.
Densus 88 juga tengah memburu seorang anggota Polres Tanggamus, Lampung, Brigadir WK, karena diduga terpapar paham radikalisme.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/tribunkaltengcom-bripda-nos-dipecat-dari-polri-terafiliasi-jaringan-teroris-jad.jpg)