Bripda NOS Dipecat dari Polri, Terafiliasi Jaringan Teroris JAD

Bripda NOS diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dari Polri lantaran terpapar radikalisme dan terafiliasi jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (

Bripda NOS Dipecat dari Polri, Terafiliasi Jaringan Teroris JAD
Kolase Foto-foto Tribun Lampung
Bripda NOS Dipecat dari Polri, Terafiliasi Jaringan Teroris JAD 

TRIBUNKALTENG.COM  -  Sanksi pemecatan dan ancaman diproses pidana harus dihadapi Bripda NOS (23), sSeorang polisi wanita atau Polwan dari Kepolisian Daerah Maluku Utara (Polda Malut).

Hukuman pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dijatuhkan kepada Bripda NOS dari Polri lantaran terpapar radikalisme dan terafiliasi jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di bilangan Jakarta Selatan, Jumat (22/11/2019), mengungkapkan Bripda NOS dijatuhi sanksi telah mejalani sidak etik.

"Dipastikan bahwa NOS saat ini sudah bukan lagi sebagai anggota Polri dan keputusan PTDH sudah ditandatangani oleh Kapolda Maluku Utara," ujar Argo.

Argo mengatakan, sanksi etik itu dijatuhkan setelah NOS menjalani sidang etik Polri pada 21 Oktober 2019.

Viral Video Polwan Cantik Pergoki Tunangannya Selingkuh, Reaksinya Tak Terduga

Samuel Umitti Bermasalah, Barcelona Akan Boyong The Next John Terry

Jokowi Umumkan Staf Khusus Presiden, Nama Ali Mochtar Ngabalin Tak Ada Lagi dalam Daftar

NOS dinyatakan terbukti melanggar Pasal 14 Ayat 1 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

x
Brigjen Pol Gatot Subiyaktoro menggati pakaian dinas Briptu Dolly Sahat P dengan baju batik dalam upacara PTDH (BANGKA POS/DEDDY MARJAYA)

Dalam salah satu butir pasal tersebut diatur PTDH dapat dilakukan terhadap anggota Polri yang melanggar sumpah/janji anggota, sumpah/janji jabatan, peraturan disiplin dan/atau Kode Etik Profesi Polri.

Selain dipecat dari kesatuan, NOS juga diproses secara pidana oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

NOS telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia disangkakan melanggar Pasal 15 juncto Pasal 12a dan/atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dengan ancaman 3 tahun dan maksimal 12 tahun.

Selain itu, NOS juga telah ditahan Densus 88 sejak 9 Oktober 2019.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved