Buruh Bengkel Bikin Helikopter Atasi Kemacetan, Segera Uji Terbang

Dimulai pada 2018, Jujun Junaedi (42) seorang buruh bengkel di Sukabumi, Jawa Barat sudah satu tahun ini sibuk merakit helikopter di halaman rumahnya.

KOMPAS.COM/BUDIYANTO
Jujun Junaedi memasang baut di tiang untuk baling-baling utama pada helikopter buatannya di Kampung Cibubuay, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (3/11/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM, SUKABUMI - Dimulai pada 2018, Jujun Junaedi (42) seorang buruh bengkel di Sukabumi, Jawa Barat sudah satu tahun ini sibuk merakit helikopter di halaman rumahnya.

Rencananya akhir tahun 2019 atau awal tahun 2020 ini helikopter yang diberinama Gardes JN 77 GM akan menjalani uji terbang.

Saat ini hanya tinggal penyelesaian baling-baling utama yang masih dalam proses pengerjaan yang dilakukan di halaman tempat tinggalnya di Kampung Cibubuay, Desa Damareja, Kecamatan Nagrak.

 Untuk mesin, helikopter hasil kerja kreatif lulusan STM (SMK) Siliwangi 1996 ini menggunakan mesin penggerak generator set (genset) berkapasitas besar 24 PK, 700 Cc, 2 silinder berbahan bakar premium.

"Insya Allah saya inginnya pada akhir tahun atau awal tahun 2020 bisa melakukan uji terbang," ungkap Jujun saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Minggu (3/11/2019).

Pria Ini Jual Helikopter Rp 25 Miliar di Facebook, Postingannya Viral

Bertikai dengan Gubernur Sugianto Saat Laga Kalteng Putra vs Persib Bandung, Ini Kata Kapolres

Air Laut Terus Naik, Indonesia dan 5 Negara Asia Diprediksi Terendam pada 2050

Dia menuturkan proses pembuatan helikopter ini berlangsung sejak Agustus 2018 lalu yang hanya mengandalkan hari libur setiap Minggu.

Semua proses sejak awal hingga berbentuk sebuah helikopter dikerjakan seorang diri dengan dibantu anak laki-laki pertamanya dan kerabat.

Pembuatan helikopter dengan rangka berbahan besi hingga saat ini sudah menghabiskan dana mencapai Rp30 juta.

Meskipun harus mengeluarkan uang yang besar ini tidak mengganggu anggaran untuk rumah tangga.

"Makanya proses pembuatan helikopter ini lama, karena untuk membeli barang yang dibutuhkan harus menunggu waktu, perlu menyisihkan.

Karena kan saya tidak mau mengganggu uang dapur," tutur pria yang saat duduk di bangku SMK mendapatkan beasiswa.

Membuat transportasi udara Sedangkan ide membuat helikopter ini muncul, dia mengakui berawal karena seringnya melihat kemacetan arus lalu lintas di depan bengkel tempatnya bekerja di Jalan Sukabumi-Bogor tepatnya Karangtengah, Kecamatan Cibadak.

Dalam benak anak seorang petani ini, ia ingin memberikan solusi dalam sarana transportasi bagi masyarakat.

Dia pun melihat transportasi udara masih kosong dan melihat ada peluang besar.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved