Kabar Kalimantan

Aksi Kaltim Bersatu di Samarinda, 24 Pelajar Diamankan TNI dan Polisi

Selain itu, para pelajar yang masih berusia remaja ini dikhawatirkan mudah diprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang akhirnya dapat menimbulkan tinda

Aksi Kaltim Bersatu di Samarinda, 24 Pelajar Diamankan TNI dan Polisi
TribunKaltim.Co/Cahyo W Putro
Sebanyak 27 massa aksi AKB, Aliansi Kaltim Bersatu ditangkap aparat TNI dan Polisi pada Senin (30/9/2019) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA - Berkumpul aksi Islamic Center, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bersatu kembali menggelar aksi unjuk rasa, Senin (30/9/2019).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas mahasiswa yang melakukan aksi serupa di berbagai daerah.

Namun sebanyak 27 orang dari massa aksi Aliansi Kaltim Bersatu (AKB), ditangkap aparat TNI dan Polisi.

Pengamatan Tribunkaltim.co, kejadian bermula saat beberapa massa berkumpul menunggu massa aksi yang lainnya dalam perjalanan menuju titik aksi.

"Aparat sempat memberikan alasan bahwa berdasarkan surat edaran Kemendikbud menghimbau untuk siswa atau pelajar tidak diperkenankan mengikuti aksi," kata Humas Aksi Aliansi Kaltim Bersatu, Yohanes Richardo kepada Tribunkaltim.co pada Senin (30/9/2019). 

Adapun 27 massa yang ditangkap terdiri 24 dari kalangan pelajar dan 3 dari masyarakat umum.

Larang Pelajar Ikut Unjuk Rasa Hari Ini, Mendikbud Muhadjir Effendy Keluarkan Surat Edaran

Program PTSL di Kalteng Belum Optimal, Begini Penjelasan Kepala Badan Pertanahan

Ramalan Zodiak Senin 30 September 2019, Pisces Makin Romantis, Sagitarius Bergelora

"Aparat mengangkut massa aksi langsung membawa ke Polresta Samarinda, sampai di Polresta pun mereka diintimidasi menyuruh jalan jongkok padahal kalau tindakan intimidasi itu adalah bentuk pembatasan hak konstitusional setiap warga negara, termasuk pelajar, untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat, sebagaimana disebutkan dalam pasal 28E ayat (3) UUD," tegas Richardo.

Selain itu, beberapa massa dari kampus IAIN, Politani, dan Polnes sempat diintervensi aparat Kepolisian Samarinda Seberang untuk tidak melakukan kegiatan aksi yang anarkis kata pihak Kepolisian kepada kawan-kawan.

"Sampai saat inipun massa aksi dihadang aparat, sementara di titik aksi terus dilintasi oleh TNI berseragam lengkap," jelas Richardo.

Di tempat terpisah, aksi unjuk rasa di berbagai daerah terus belanjut.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved