Kalteng Kita

Program PTSL di Kalteng Belum Optimal, Begini Penjelasan Kepala Badan Pertanahan

Dia berharap, dengan adanya program PTSL tersebut, bisa membantu warga dalam menjadikan surat keterangan tanah (SKT) menjadi sertifikat s

Program PTSL di Kalteng Belum Optimal, Begini Penjelasan Kepala Badan Pertanahan
Istimewa
Kanwil BPN Kalteng Pelopor menyerahkan sertifikat pada Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional ke-58 di Palangkaraya, Senin (24/9/2018). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Badan Pertanahan Kalimantan Tengah, hingga, Senin (30/9/2019) terus menjalankan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di seluruh kabupaten dan kota se Kalimantan Tengah agar kepemilikan lahan tercatat.

Namun, pelaksanaan kegiatan PTSL tersebut belum bisa dilakukan secara optimal dilakukan, lantaran masih banyak keluhan warga yang sudah mengajukan program tersebut, hingga setahun ini belum juga ada kejelasan prosesnya.

"Kami sudah memasukkan, surat permohonan untuk masuk program PTSL tetapi hingga saat ini belum ada kejelasan usulan tersebut, saat berkas dimasukkan ke kelurahan. Saya pernah tanya, kepada petugas kelurahan tetapi mereka bilang tunggu saja, berkasnya sudah masuk," ujar Zulaicha, warga Sampit, Senin (30/9/2019).

Dia berharap, dengan adanya program PTSL tersebut, bisa membantu warga dalam menjadikan surat keterangan tanah (SKT) menjadi sertifikat sehingga, legalitas atas tanah bisa lebih kuat, karena sudah memiliki surat hak milik (SHM) atas kepemilikan lahan.

Kendala Program Sertifikat Tanah Wakaf di Kapuas, Tak Semua Wilayah Ada Jaringan Internet

Kalah dari Bali United 2-1, Kalteng Putra Masuk Zona Degradasi di Klasemen dan Hasil Laga Liga 1

Jelang Laga Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe, Barito Putera Naik Bus ke Palangkaraya

Terpisah Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalteng, Pelopor mengakui, memang belum semua usulan PTSL yang bisa dengan cepat diproses untuk pencatatannya, termasuk menjadikannya sebagai sertifikat, karena masih ada kendala yang dihadapi petugas.

"Kami akui, memang masih ada kendala di lapangan, salah satunya, saat lahan ingin di sertifikat, ternyata orang yang bersangkutan atau yang memiliki lahan tidak ada ditempat, selain itu juga banyak usulan berkas lahan untuk program PTSL yang belum masuk ke BPN, sehingga target kerap belum tercapai," ujarnya.

Namun begitu sebut pelopor, pihaknya mengimbau kepada warga Kalteng yang memiliki lahan untuk segera saja memasukkan permohonan untuk pembuatan sertifikat tanah dan mematok lahan masing-masing agar dilakukan pengukuran untuk diterbitkan sertifikatnya.

Berdasakan data di Kantor BPN Kalimantan Tengah, tercatat program strategis nasional BPN Kalteng untuk PTSL tahun 2019, pengukuran mencapai 72.500 hektare terealisasi mencapai 63.728 hektare, prosentase 65,85 persen, sedangkan, yuridis 43 ribu realisasi mencapai 23.559 prosentase mencapai 59,54 persen.
(Tribunkalteng.com / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved