Breaking News:

KKB Tebar Teror di Nduga, Ribuan Orang Mengungsi Sampai Makan Rumput, 182 Tewas di Pengungsian

"Ini sudah tingkat pelanggaran kemanusiaan terlalu dahsyat. Ini bencana besar untuk Indonesia sebenarnya, tapi di Jakarta santai-santai saja," tambahn

Editor: Mustain Khaitami
ist
Kelmpok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua 

Berdasarkan UU ini, indikator penetapan status dan tingkat bencana nasional perlu meliputi jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan sarana dan prasaran, cakupan luas wilayah, dan dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan.

"Memang itu laporan data-data berkenaan dengan korban dari orang yang bekerja di sana.

Kita terima, dan itu jadi evaluasi karena itu intensitas memulihkan situasi di Nduga itu jadi prioritas," lanjut Ifdhal.

Bantuan pemerintah ditolak

Saat ini pemerintah melalui Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan berupa makanan.

Tapi sebagian pengungsi menolak bantuan tersebut karena sejumlah alasan.

"Alasan penolakan itu saudara-saudara kami sedang korban meninggal di hutan, terus kita mau tinggal di sini, mau enak-enak makan.

Sementara teman-teman kita yang ada di hutan mati semua," kata Theo sambil mengatakan pemerintah perlu melakukan pendekatan secara kultural kepada para pengungsi.

Alasan lainnya, para pengungsi juga meminta penarikan pasukan TNI/Polri dari Kabupaten Nduga.

Sebab, keberadaan tentara justru membuat pengungsi ketakutan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved