Sains

Tak Semua Bajakah Obat Kanker, Ternyata Ada Ratusan Jenis dengan Khasiat Berbeda

Namun apakah bajakah itu memang memiliki antioksidan yang dapat mencegah kanker pada manusia, sejauh ini belum ada penelitian lanjutan karena uji coba

Tak Semua Bajakah Obat Kanker, Ternyata Ada Ratusan Jenis dengan Khasiat Berbeda
Kompas TV
Tanaman Bajakah - Ekslusif AIMAN yang ditayangkan Kompas TV, Senin (12 Agustus 2019) malam mengenai tanaman bajakah yang diklaim menyembuhkan kanker. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Viralnya kayu bajakah setelah diangkat siswa SMAN 2 Palangkaraya dalam penelitian sebagai obat kanker payudara, seakan membuat mata dunia tertuju ke Kalimantan, khususnya Kalteng.

Betapa tidak. Bajakah kini banyak diburu oleh orang dari luar daerah yang ingin mendapatkan jenis tumbuhan tersebut.

Tak hanya melalui pemesan, ada yang di antaranya sampai nekat datang ke Palangkaraya untuk mendapat informasi langsung terkait kayu bajakah tersebut.

Namun apakah bajakah itu memang memiliki antioksidan yang dapat mencegah kanker pada manusia?

Cocoknya Cancer dan Pisces, Ramalan Zodiak Cinta Besok Jumat 16 Agustus 2019 Gemini Terhubung Aries

Nenek Yazid Divonis Kanker Stadium 4, Ini Pengakuan Keluarga yang Pertama Buktikan Khasiat Bajakah

Calon Anggota Paskibra Hilang, Keluarga Pajang Poster Wajahnya di Tiang Listrik

Terekam Kamera Penampakan Mirip Jari Tangan Berkuku Panjang di Mobil Masuk Jurang, Ini Videonya

Mengutip akun Facebook David Su, Tribunkalteng.com mendapat informasi bahwa bajakah sendiri sebenarnya merupakan spesies tumbuhan pembelit-pemanjat yang tumbuh di hutan Kalimantan.

Secara bahasa, bajakah dalam bahasa Dayak Ngaju artinya "akar akaran". Sedangkan dalam bahasa Dayak Maanyan disebut "wakai". Nama "bajakah" bukan spesies tapi nama sekelompok akar akaran.

"Pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan tahun silam dari indigenous knowledge mereka."

"Jadi adik adik SMA kemarin bukan "Penemu" hanya memperkenalkan ke dunia tumbuhan bajakah ini, sehingga dianggap sebagai orang yang "menemukan" namun upaya mereka mempresentasikan tumbuhan ini sangat layak diapresiasi," tulis akun David Su dalam postingannya yang diunggah Rabu (14/8/2019).

Dalam postingan itu, David Su lebih lanjut menjelaskan:

Jenis ini sendiri hanya dikenal oleh penduduk asli atau indigenous people. Jadi hati hati tiap bajakah punya kegunaan masing masing, bajakah untuk kanker TIDAK BOLEH dikonsumsi oleh orang tanpa penyakit, karena bisa jadi kandungan bahan aktif yang kuat di dalammnya akan berbahaya.

Halaman
1234
Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved