Listrik dan Musik Mati Mendadak, Pertandingan Tinju Internasional Ricuh, Panitia Mengaku Dianiaya

Sementara itu, pihak panitia mengaku terpaksa kabur karena mendapat ancaman dan penganiayaan dari sekelompok orang.

Listrik dan Musik Mati Mendadak, Pertandingan Tinju Internasional Ricuh, Panitia Mengaku Dianiaya
Nansianus Taris
Foto : Saat massa mengamuk karena pergelaran tinju internasional di Maumere, Kabupaten Sikka tidak dilanjutkan, Minggu (4/7/2019). 

TRIBUNKALTENG.COM - Dari 24 partai pertandingan yang direncanakan, tinju internasional yang bertajuk Big Fight 2 di Lapangan Gelora Samador Maumere, hanya bisa melaksanakan dua partai.

Itu terjadi setelah penonton yang menyaksikan pertandingan, terlibat kericuhan.

Peristiwa yang terjadi Sabtu (3/8/2019), berawal ketika musik dan lampu tiba-tiba mati bersamaan ketika pertandingan tinju berlangsung.

Namun karena para penonton di Lapangan Gelora Samador Maumere sudah ricuh, kondisi itu tidak bisa lagi ditangani.

Sementara itu, pihak panitia mengaku terpaksa kabur karena mendapat ancaman dan penganiayaan dari sekelompok orang.

Kejutan Game Free Fire 17 Agustus 2019, Bagi-bagi Magic Cube Gratis Event 17 Agustus Booyah Merdeka

Koneksi Cinta Taurus dan Pisces, Ramalan Zodiak Cinta 15 Agustus 2019, Kecocokan Capricorn & Libra

Piala Super Eropa 2019 - Chelsea Vs Liverpool, Frank Lampard Kerahkan Seluruh Kemampuan The Reds

Diseret 800 Meter, Briptu Heidar Sempat Berusaha Kabur Lalu Tewas Ditembak Anggota KKB di Papua

Link Live Streaming Kalteng Putra vs Persipura Jayapura Rabu Siang, Prediksi Pemain di Liga 1 2019

Berikut fakta lengkapnya di bawah ini:

1. Gara-gara musik dan lampu mati mendadak

Petrik Juang Rebong, promotor pertandingan, menjelaskan, lampu dan musik yang tiba-tiba mati sebetulnya bisa segera diperbaiki dan diganti dengan peralatan sound system secepat mungkin.

Tetapi, hal itu tak mungkin dilakukan pihak panitia karena para penonton terlanjur mengamuk dan membuat kericuhan.

"Mau ganti sound tidak bisa lagi. Saya utamakan keselamatan official dan petinju. Masyarakat jadi bingung. Artinya di situ memang saya dijebak dalam situasi yang kacau," jelasnya.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved