Lecehkan Tempat Suci di Bali, Dua Turis Asing Dijatuhi Sanksi Adat, Ini yang Merkea Lakukan

Dua turis asing di Bali, dijatuhi sanksi adat karena dianggap melakukan pelecehan terhadap tempat yang disakralkan di Pulau Dewata.

Lecehkan Tempat Suci di Bali, Dua Turis Asing Dijatuhi Sanksi Adat, Ini yang Merkea Lakukan
Screenshot Facebook
Turis di Bali melecehkan tempat suci 

TRIBUNKALTENG.COM - Dua turis asing di Bali, dijatuhi sanksi adat karena dianggap melakukan pelecehan terhadap tempat yang disakralkan di Pulau Dewata.

Ulah kedua turis ini sempat membuat para tokoh dan pemuka adat Bali meradang. Dalam sebuah video yang viral, pasangan turis tersebut yakni laki-laki terlihat mencipratkan air suci dari Pelinggih yang ada di kawasan Monkey Forest Ubud, Bali ke bagian bokong perempuan.

Terkait perbuatan tersebut, kedua turis asing itu sudah membuat video permintaan maaf.

Kedua turis juga sudah hadir dalam upaya mediasi yang dilakukan antara wisatawan, pihak kepolisian, pihak imigrasi, honorary consul Republik Czech beserta pihak dari desa adat.

Download Lagu Aku Mundur Alon, Download Lagu MP3 Mundur Alon-alon ILUX ID, Lirik Mundur Alon-alon

Viral Video Begal Payudara yang Serang Turis Asing, Pelaku Ternyata Guru, Ini Alasannya

Lolos ke Semifinal Piala AFF U-18 2019, Esok Lusa Indonesia Kontra Myanmar Rebutan Juara Grup

Ditemukan Tewas, Jenazah Mahasiswa UGM yang Tenggelam di Sungai Rungan Dibawa ke Banyuwangi

Kepada Kompas.com, Senin (12/8/2019) Arya Wedakarna, Senator DPD RI utusan Provinsi Bali yang ikut dalam proses mediasi mengatakan kedua turis tersebut dikenakan sanksi adat.

“Berita sudah menyebar banyak komponen di Bali, baik umat Hindu dan komponen budaya yang merasa keberatan dari postingan bule terkait air suci di pura. Hasil kesepakatan mereka dikenakan sanksi adat,” tuturnya.

Menurut Arya, sanksi adat yang diberikan adalah mereka harus ikut terlibat dalam upacara pura dan pembersihan pura serta meminta maaf secara adat.

Nantinya mereka harus hadir pada 15 Agustus 2019 tepat hari purnama di upacara yang diadakan desa. Mereka harus berpartisipasi dan membantu sebagian biaya upacara yang diadakan di Pura Beji Kawasan Monkey Forest Ubud.

“Mereka harus ikut tata cara, karena mereka yang harus meminta maaf kepada para dewa. Jadi 3 orang, 2 wisatawan dan 1 perekam harus hadir ikut kebudayaan. Cara-cara sesuai tradisi,” ujarnya.

Berkaitan dengan air suci yang digunakan wisatawan untuk tindakan kurang senonoh tersebut, Arya menjelaskan air tersebut merupakan air yang disucikan oleh masyarakat Hindu.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved