Kabar Kalimantan

Demi Menghentikan Tangis, Bayi 1,8 Tahun Tewas Ditikam di Perut dan Rahang Oleh Kakak Angkatnya

Kesal setelah dua hari mengalami diare, Arman (33) nekat menghabisi nyawa bayi 1,8 tahun yang merupakan adik angkatnya di sebuah rumah kawasan perkebu

Editor: Mustain Khaitami
zoom-inlihat foto Demi Menghentikan Tangis, Bayi 1,8 Tahun Tewas Ditikam di Perut dan Rahang Oleh Kakak Angkatnya
web
ilustrasi

Namun di tengah perjalanan, Arman bertemu dengan tetangga korban.

Dia kemudian bercerita, bahwa korban telah meninggal dunia, dan diminta untuk memberitahu orangtua korban.

Atas informasi itu, orang tua korban bersama sejumlah warga langsung pulang ke rumah dan melihat korban sudah tak bernyawa.

Atas perbuatannya, Arman dijerat pasal berlapis. Yakni Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Kronologi Ayah Kandung Banting Anak Berusia 2 Tahun ke Lantai Rumah Hingga Tewas

x
Suasana rumah duka di rumah korban balita tewas di Desa Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, Jateng, Minggu (23/6/2019). (Dokumen Polres Grobogan)

Terpisah, Aripin (28), warga Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah tega membanting anak kandungnya yang masih berusia 2 tahun ke lantai hingga tewas.

Balita berinisial ZT tersebut meninggal dunia pada Minggu (23/6/2019) pagi setelah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit PKU Muhamadiyah, Kecamatan Gubug, Grobogan.

Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Agus Supriyadi Siswanto, menyampaikan insiden naas itu bermula pada Sabtu (22/6/2019) sore.

Saat itu pelaku beserta istrinya, Nofiyanti (26) hendak menyelesaikan permasalahan utang dengan tetangganya, Lasmanah (48).

Ketika itu mertua pelaku, Doto (60) sanggup membantu melunasi utang sebesar Rp 1,8 juta tersebut.

Selanjutnya, pelaku bersama istri, anak, dan mertuanya, mendatangi Lasmanah yang sedang berada di acara arisan tetangganya.

Saat sedang berbicara serius di dalam rumah, pelaku tiba-tiba mengamuk di hadapan ibu-ibu tersebut.

"Utang segitu banyaknya saya tidak dan tidak menyuruhnya. Saya bunuh kalian semua dan saya banting anak saya. Begitu kata pelaku," ujar Agus Supriyadi.

Pelaku kemudian menarik anaknya, ZT yang sedang bermain di dekatnya.

Sambil berteriak-teriak, pelaku lantas membanting ZT ke lantai rumah tetangganya.

Halaman
123
Sumber: Surya
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved