Kabar Kotawaringin Timur

Sepekan 'Menghilang', Bupati Supian Hadi Kembali ke Sampit, ''Gratis Pakai Kios Pasar Mentaya''

Supian yang mengenakan pakaian seragam putih, tersebut usai melakukan parat tertutup dengan jajarannya langsung menuju pasar Pusat Perbelanjaan Mentay

Sepekan 'Menghilang', Bupati Supian Hadi Kembali ke Sampit, ''Gratis Pakai Kios Pasar Mentaya''
tribunkalteng.com/faturahman
Bupati Kotim H Supian Hadi 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Setelah sepekan menghilang dari Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Bupati H Supian Hadi, Kamis (7/2/2019) kembali masuk kerja.

Dia datang ke Sampit dari Jakarta, Selasa (5/2/2019) siang menumpang Pesawat Nam Air dari Jakarta tiba di Bandara H Asan Sampit seorang diri, tanpa pengawalan dari siapapun, meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkannya sebagai tersangka.

Saat tiba di Sampit, mantan Ketua DPRD Kotim ini, tampak menebar senyum saat kakinya mengainjakkan di Bandara H Asam Sampit, dan menyapa warga Sampit yang ada di Bandara.

Kebiasaan menebar senyum dan menyapa memang merupakan kebiasaanya sejak lama. Bahkan, Rabu (6/2/2019) H Supian sudah mulai masuk kerja dan mulai melakukan rapat koordinasi tertutup dengan jajarannya di salah satu rumah makan di Sampit.

Ada Dugaan Tenggelam, Begini Upaya Pencarian Kapal Tanker CPO Sampit yang Hilang

Barcelona Vs Real Madrid - Lionel Messi Tampil di Menit ke-63 Tak Ubah Skor Imbang di Copa Del rey

Supian yang mengenakan pakaian seragam putih, tersebut usai melakukan parat tertutup dengan jajarannya langsung menuju pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) dan berinteraksi dengan pedagang dan warga di pasar yang berada di bantaran Sungai Mentaya, Sampit.

Tidak hanya itu, Bupati Kotim dua periode ini, bahkan menyalami banyak pedagang di pasar tersebut dan menjanjikan akan menggratiskan pemakaian kios dan lapak di Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit.

Para pedagang yang berjualan di PPM akan digratiskan Pemerintah Kabupaten Kotim, menggratiskan hingga berakhirnya hak guna bangunan (HGB) pada 28 Februari mendatang.

"Kami telah rapatkan soal ini, dan tidak melanggar aturan," ujarnya.

Saat ditanya soal statusnya sebagai tersangka terkait masalah pemberian izin usaha pertambangan oleh KPK, yang diduga menerima gratifikasi hingga Rp2 miliar lebih dan merugikan negara hingga mencapai Rp5 triliun lebih, Supian Hadi enggan banyak bicara.

Kepada wartawan dia hanya bicara singkat dan meminta wartawan tidak menambah-nambah pernyataannya.

"Sebagai warga negara yang baik, saya mengikuti saja proses hukum sesuai undang-undang yang berlaku, itu saja jawaban saya," ujarnya singkat. (Tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved