Kapal Angkut CPO dari Sampit Hilang

Ada Dugaan Tenggelam, Begini Upaya Pencarian Kapal Tanker CPO Sampit yang Hilang

Kapal yang membawa CPO dan 12 kru tersebut hilang kontak saat bertolak dari Pelabuhan Bagendang menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Ada Dugaan Tenggelam, Begini Upaya Pencarian Kapal Tanker CPO Sampit yang Hilang
Dok BNPP Kelas A Tanjungpinang
Ilustrasi - Basarnas melakukan pencarian Kapal KM Star 58 yang memuat ikan segar dikabarkan lost contact. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kapal tanker pengangkut minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) MT Namse Bangdzod, yang hilang di laut jawa sesaat setelah bertolak dari Pelabuhan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, belum diketahui keberadaannya

Kapal yang membawa CPO dan 12 kru tersebut hilang kontak saat bertolak dari Pelabuhan Bagendang menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Diduga kapal tenggelam atau dirompak.

Petugas hingga kini masih melakukan pencarian kapal yang hilang kontak tersebut, namun hasilnya masih nihil.

Kapal Tanker CPO dari Sampit Dikabarkan Hilang, Tenggelam atau Dirompak?

Kutipan Kocak Capres Cawapres Fiktif Nurhadi Aldo, Viral di Masa Kampanye Pilpres 2019

Direktur Polair Polda Kalteng, Kombes Pol Badaruddin, yang dihubungi, Senin (7/1/2019) mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pencarian kapal yang kehilangan kontak tersebut.

"Masih dilakukan pencarian," ujarnya.

Dirpolair mengungkapkan, hingga kini SAR masih menyisir dari Muara Angke sampai dengan area labuh jangkar buoy barat.

Namun tidak diketemukan keberadaan kapal dimaksud.

Selain itu, pencarian juga dilakukan dengan menyisir dari perairan Kerawang Bekasi hingga Marunda sampai dengan Buoy Timur area labuh jangkar pelabuhan Tanjung Priok, namun belum menemukan keberadaan kapal tersebut.

Kapal lain juga melakukan penyisiran dari Selat Bangka sampai dengan Pulau Seribu hingga Ekanuri Pelabuhan Tanjung Priok, namun hasilnya juga nihil.

"Kapal-kapal Patroli Pelabuhan Tanjung Priok meminta bantuan Disnav Semarang untuk ikut memantau gerak kapal dimaksud di sepanjang Pantura dan sampai detik ini belum ada laporan keberadaan kapal tersebut," ujarnya. tribunkalteng.com/ faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved