Kajian Islam

Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom, Haruskah Sejarah Mengerikan Itu Terulang?

Dikenal dengan istilah kaum sodom, hingga membuat Allah SWT murka dan menenggelamkannya.

Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom, Haruskah Sejarah Mengerikan Itu Terulang?
infodian
Akhir hayat kaum Nabi Luth di Kota Sodom dan Gomorrah 

Ia menikah dengan seorang gadis yang bernama Ado, pendapat lain mengatakan ia bernama Walihah. Luth memiliki dua anak perempuan Raitsa dan Zaghrata.

Nabi Luth beriman kepada saudara bapaknya {pamannya}, yaitu Nabi Ibrahim, yang mendampinginya dalam semua perjalanan. Ketika mereka berada di Mesir mereka mempunyai usaha bersama dalam bidang peternakan yang sangat berhasil.

Binatang ternaknya berkembang biak dengan pesat sehingga dalam waktu yang singkat jumlah binatang yang sudah berlipat ganda itu tidak dapat ditampung dalam tempat tersebut.

Baca: Amerika Serikat Buktikan Ancaman, PBB Jadi Korban Pertama Trump?

Akhirnya usaha bersama Ibrahim-Luth dipecah dan binatang ternak serta harta milik perusahaan mereka dibagi dan berpisahlah Luth dengan Ibrahim. Luth pindah ke Yordania dan bermukim di sebuah tempat bernama Sadum (Sodom).

Masyarakat Sadum atau Sodom adalah masyarakat yang rendah moralnya dan rusak akhlaknya.

Maksiat yang paling menonjol adalah perbuatan homoseksual atau liwath di kalangan lelakinya dan lesbian di kalangan wanitanya.

Kedua jenis kemungkaran ini begitu merajalela di dalam masyarakat sehingga hal tersebut merupakan suatu kebudayaan bagi kaum sodom.

Musafir yang masuk ke Sadum tidak akan selamat dari gangguan mereka. Barang berharga akan dirampas, jika melawan nyawa melayang.

Jika pendatang itu seorang lelaki yang bermuka tampan dan berparas elok maka ia akan menjadi rebutan di antara kalangan laki-laki.

Halaman
1234
Penulis: Restudia
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved