Kabar Palangkaraya

BNN Ingatkan Semua Instansi Wajib Siapkan Anggaran Cegah Narkoba

BNN Kota Palangkaraya mengingatkan semua instansi pemerintah yang ada di Palangkaraya menyiapkan anggaran untuk melakukan upaya pencegahan narkoba.

BNN Ingatkan Semua Instansi Wajib Siapkan Anggaran Cegah Narkoba
tribunkalteng.com/fathurahman
Pelajar pengguna narkoba dan orang tua serta pihak sekolah saat di Kantor BNN Kota Palangkaraya Kamis (16/8 /2018) 

TRIBUNKALTENG, PALANGKARAYA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mengingatkan semua instansi pemerintah yang ada di Palangkaraya menyiapkan anggaran untuk melakukan upaya pencegahan terhadap narkoba.

Kepala BNN Kota Palangkaraya, Muhammad Soedja'i , Senin (17/12/2018) mengatakan, pihaknya mengingatkan kepada semua instansi pemerintah untuk bersama-sama dengan BNN Kota Palangkaraya dalam memerangi dan mencegah peredaran narkoba.

Dikatakanya, sesuai Inpres Nomor 6/2018 yang isinya mengajak semua instansi untuk bahu membahu dalam upaya melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4G) di Kalimantan Tengah khususnya di Palangkaraya.

"Anggaran untuk melakukan tes urin selama ini disediakan oleh BNN, tetapi kedepannya diharapkan masing-masing instansi menyediakan anggaran untuk melaksanakan tes urin tersebut , termasuk memasang spanduk untuk menjauhi narkoba," ujarnya.

Menurut Soedja'i, pihaknya telah melakukan upaya P4G sesuai dengan program yang telah dilakukan dalam tahun 2018.

"Kami sosialisasi ke sekolah, perkantoran hingga ke komunitas untuk pencegahan masuknya narkoba tersebut," ujarnya.

Bupati Kotim Blusukan ke Desa-desa Rawan Banjir, BMKG Ingatkan Ini

Eko Bergabung Gojek Palangkaraya, Hasilnya Buat Biaya Kuliah

Akun Instagram Diduga Terkait Perdagangan Peremouan, Korban Dapat Tawaran Ini

Sementara itu, data BNN Kota Palangkaraya, dalam tahun 2018 tercatat pengguna narkoba yang rawat inap sebanyak sepuluh orang sedangkan pasien rawat jalan sebanyak tiga puluh orang dan rawat jalan di Puskesmas sebanyak 15 orang.

Sedangkan untuk kasus, tindak pudana penyalahgunaan narkoba yang ditangani oleh BNN dalam tahun 2018 , mencapai, sembilan kasus."Delapan kasus sudah P21 dan satu kasus SP3, karena hasil pemeriksaan dokter spesialis kejiwaan RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, pengguna mengalami gangguan mental organik.(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved