Blangko E-KTP Dijual Online, Mendagri: Pelaku Anak Kepala Dinas!

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan Tjahjo pun membantah data terkait e-KTP jebol akibat aksi itu.

Blangko E-KTP Dijual Online, Mendagri: Pelaku Anak Kepala Dinas!
Kompas
Blangko KTP elektronik yang diperoleh dari transaksi dalam jaringan, yakni melalui Tokopedia. Blangko itu pun teridentifikasi telah dilakukan personalisasi, salah satu tahap proses pencetakan data di dalam chip KTP-el. Per Jumat (30/11/2018), Tokopedia telah menindak lanjuti penjual itu setelah menerima laporan Kompas. 

TRIBUNKALTENG.COM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri ) mengungkap pelaku penjual blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik ( e-KTP) yang beredar dan diperjualbelikan di pasaran.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjelaskan bahwa pelaku mencuri blangko tersebut dari ayahnya, yang merupakan Kepala Dinas Dukcapil di Lampung.

Setelah itu, 10 blangko yang ia ambil kemudian dijual melalui platform e-dagang. "Setelah kita lacak, baik di toko online-nya, termasuk orangnya ketemu.

Bahwa si anak yang menjual ini mencuri blanko e-KTP punya ayahnya, ayahnya yang kebetulan Kepala Dinas Dukcapil di Lampung. Dia ambil 10 kemudian dia jual," ungkapnya.

Warga Palangkaraya Perlu Waktu 2 Tahun Bikin KTP Elektronik

Evakuasi 16 Jenazah Pekerja Jembatan di Nduga Papua, KKB Hadang Aparat

Tjahjo menuturkan, kasus itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Kemudian, baik ayah dan anak tersebut sudah ditangkap.

Saat ini, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan penyelidikan.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan Tjahjo pun membantah data terkait e-KTP jebol akibat aksi itu.

"Jadi kalau terkait dengan data sampai jebol tidak ada. Murni kejahatan," ujar Tjahjo saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Tjahjo menegaskan hal itu adalah murni tindakan penipuan dan pencurian. Menurutnya, pelaku yang menjual secara online juga telah ditemukan.

Sesuai dengan Pasal 96 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, perbuatan tersebut merupakan tindakan pidana.

Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama 10 Tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mendagri: Penjual Blangko E-KTP secara Online adalah Anak Kadis Dukcapil Lampung", https://nasional.kompas.com/read/2018/12/06/12341181/mendagri-penjual-blangko-e-ktp-secara-online-adalah-anak-kadis-dukcapil

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved