Kabar Kampus

Tak Mendaftar di Bursa Rektor IAIN Palangkaraya, Ibnu Elmi Targetkan Jadi UIN di Sisa Masa Jabatan

Sebelumnya, pendaftaran bakal calon rektor IAIN Palangkaraya ditutup pada 6 November 2018.

Tak Mendaftar di Bursa Rektor IAIN Palangkaraya, Ibnu Elmi Targetkan Jadi UIN di Sisa Masa Jabatan
Istimewa
Pengusaha Kaltrng H Abdul Rasyid menyerahkan bantuan untuk Viana Mahmudah melalui Rektor IAIN Palangkaraya Ibnu Elmi AS Pelu, Selasa (21/11/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Tiga bakal calon rektor IAIN Palangkaraya, resmi mendaftar. Namun dari nama yang ada, pejabat rektor saat ini Ibnu Elmi AS Pelu, tak masuk di dalamnya.

Bagi banyak kalangan, hal ini tentu sangat mengejutkan. Apalagi mengingat prestasinya cukup cemerlang dalam pengembangan IAIN Palangkaraya menjadi perguruan tinggi Islam terbesar di Kalteng.

"Saya hanya ingin kembali jadi dosen biasa. Puncak karir adalah menjadi guru besar," ujar Ibnu Ekmi menjawab Tribunkalteng.com, Kamis (8/11/2018).

Sebelumnya, pendaftaran bakal calon rektor IAIN Palangkaraya ditutup pada 6 November 2018.

Pendaftaran Hari Terakhir, Ini Tiga Kandidat Calon Rektor IAIN Palangkaraya

Fenomena Baru Menyimpang Remaja Fly, Mabuk-mabukan Pakai Air Rebusan Pembalut Wanita!

Ada tiga nama yang telah mengambil berkas pendaftaran, yakni Sardimi, Sabian, dan Sadiani.

Ibnu Elmi menegaskan, dirinya tidak lagi maju mencalonkan diri di bursa kandidat rektor karena sebelumnya telah menjadi Ketua STAIN dan rektor pertama IAIN Palangkaraya.

"Soal jabatan, saya sudah dua kali. Sebelumnya ketua STAiN dan rektor pertama. Jadi kepemimpinan di IAIN harus diremajakan supaya ide pembangunan menjadi lebih segar," kata dia

Yang pasti, lanjut Ibnu, dirinya sudah memiliki kebahagiaan dengan meletakkan fondasi aluhfungsi IAIN, pasca sarjana, dan akreditasi B di institusi maupun program studi.

Terakhir, IAIN Palangkaraya juga didaulat sebagai lembaga penyelenggara pelatihan Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk 5 mata pelajaran agama serta penyelenggaran tes TOEFL fan ITF bagi masyarakat yang ingin memperoleh beasiswa di dalam maupun luar negeri serta syarat jabatan.

Kabar baik lainnya, Ibnu mengaku kini juga tengah berupaya memacu peningkatan status IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Palangkaraya.

"Dalam masa jabatan yang tersedia beberapa bulan ini, saya akan tetap menguoayakan itu untuk Kalteng Berkah," timpal Ibnu.(TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved