Kabar Haji

Hah? Ada Jamaah yang Berhaji Sambil Berbisnis Obat Kuat

Namun dari hasil evaluasi, masih ditemukan adanya beberapa persoalan, termasuk dari jamaah itu sendiri.

Hah? Ada Jamaah yang Berhaji Sambil Berbisnis Obat Kuat
Istimewa
Kunjungan Komite III DPD RI dengan jajaran Pemprov Kalteng di Palangkaraya, Selasa (2/10/2018). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pelaksanaan ibadah haji nasional, cenderung mengalami perbaikan.

Namun dari hasil evaluasi, masih ditemukan adanya beberapa persoalan, termasuk dari jamaah itu sendiri.

Ini diungkapkan Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Kalteng Mohadi saat pertemuan dengan Komite III DPD RI di Palangkaraya, Selasa (2/10/2018).

Baca: Beredar Video Mesum Diduga Mahasiswa UIN, Ini Faktanya

Baca: 4 Gempa Guncang Sumba Timur NTT, BMKG Soal Potensi Tsunami

Baca: Kabar Tsunami Merebak, Ratusan Warga Sarangtiung Kotabaru Sempat Eksodus

"Pada 28-30 September 2018 dilakukan evaluasi di Arab Saudi, ditemukan KBIH yang hanya melayani kelompoknya sendiri. Menjalankan ziarah dan lainnya masih memungut biaya tambahan," ujar Mohadi.

Tidak disebutkan KBIH mana dan dari daerah mana KBIh dima─Ěsud. Namun kondisi ini dikatakan cukup menjadi penilaian karena secara langsung berpengaruh terhadap jamaah.

Mohadi juga menyebutkan adanya laporan lain yang disampaikan dakam evaluasi. Seperti adanya jamaah yang berangkat dengan motif bisnis  bukan ibadah dengan membawa berbagai barang untuk dijual di sana, seperti obat kuat atau lainnya.

"Dengan sistem siskohat yang makin canggih, begitu ada jamaah yang masuk rumah sakit, meninggal, atau belum pulang bisa langsung diketahui. Bahkan ada jamaah yang sampai sekarang belum diperbolehkan pukang ke tanah air karena di kopernya ditemukan sejumkah uang tunai," kata Mohadi.

Selasa (2/10/2018), anggota Komite III DPD RI yang terdiri dari 11 orang legislator, melakukan kunjungan audiensi dengan pihak berwenang yang selama ini terlibat langsung dalam penyelenggaraan haji.

Pertemuan dilaksanakan di Asrama Haji Almabrur Jakan G Obos Palangkaraya.

Selain Muhammad Rakhman yang merupakan anggota DPD RI asal Kalteng, anggota Komite III yang hadir adalah Delis Julkarson Hehi, Muslihuddin Abdurrasyod, Muhammad Afnan Hadikusumo, Chaidir Djafar, Maria Goreti, Herry Erfian, Emilia Contessa, Hj Suriati Armalyn, Lalu Suhaimi Ismy, dan Habib Abdurrahman Bahasyim. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help