Kabar Palangkaraya

Jarak Pandang Cuma 800 Meter, Penerbangan Tjilik Riwut Palangkaraya Terganggu

Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (1/10/2018) semakin pekat

Jarak Pandang Cuma 800 Meter, Penerbangan Tjilik Riwut Palangkaraya Terganggu
Tribun Kalteng/Fathurahman
Kabut asap tebal menyelimuti Palangkaraya, Senin (1/10/2018) 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (1/10/2018) semakin pekat membuat jarak pandang atau visibility semakin berkurang.

Informasi terhimpun dari petugas BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya, Kasi Observasi Aslaili menyebut, kondisi kabut asap yang menyelimuti Bandara pukul 07.00 wib, hanya berjarak 800 meter atau di bawah satu kilometer.

Namun sebutnya, semakin siang, jarak pandang tersebut meluas hingga mencapai hampir dua kilometer sekitar pukul 11.00 wib sehingga dampaknya ada beberapa penerbangan yang terpaksa delay.

Baca: Palangkaraya Ditutupi Asap, BMKG: Kualitas Udara Tidak Sehat!

Baca: LIVE STREAMING MNC TV Timnas U-16 Indonesia vs Australia Perempatfinal Piala AFC 2018, Ayo Bagas!

Baca: Kirab Satu Negeri, Tanam 17 Pohon Bersama Bupati Katingan

Dikatakan untuk pesawat mengalami penundaan atau delay terutama yang secara regular terbang pada pagi hari seperti Pesawat Garuda yang tak bisa landing karena menunggu jarak pandang meluas.

"Belum ada pesawat yang batal, karena yang ada hanya penundaan saja, atau delay, karena kabut asap perlahan akan menggilang ketika angin bertiup kencang yang mampu membawa asap menjauh dari bandara," ujarnya.

Sementara itu, Infomasi dari Prakirawan BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya, Lian Adriani, menyebut, titik panas (hotspot) yang paling banyak, Minggu (30/9/2018) di Kalteng berasal dari Kabupaten Pulangpisau.

"Hotpots Minggu (30/9/2018) mencapai 105, Palangkaraya tidak terpantau adanya hotpots yang ada malah dari Pulangpisau yang cukup banyak hingga mencapai 69 titik , kabut asap di Palangkaraya diduga merupakan kiriman daerah lain , yang dibawa angin," ujarnya. (tribunkalteng.com/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help