Kabar Palangkaraya

Palangkaraya Ditutupi Asap, BMKG: Kualitas Udara Tidak Sehat!

Bahkan begitu pekatnya, jarak pandang sudah mulai terbatas dengan kualitas udara yang mengkhawatirkan.

Palangkaraya Ditutupi Asap, BMKG: Kualitas Udara Tidak Sehat!
tribunkalteng.com/faturahman
Kabut asap di Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kota Palangkaraya, Kalteng.

Bahkan begitu pekatnya, jarak pandang sudah mulai terbatas dengan kualitas udara yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) BMKG Kalteng, kualitas udara Kota Palangkaraya menunjukkan angka pada 167,1 micro gram/m3.

"Artinya, kualitas udara sudah berada dalam kategori tidak sehat," terang Prakirawan BMKG Kalteng Lian Adriani kepada Tribunkalteng.com, Senin (1/10/2018).

Baca: 100 Titik Panas Terpantau di Kalteng, Warga Keluhkan Ini Akibat Kabut Asap

Baca: Setelah 15 Tahun, Inul Daratista Kembali Berseteru dengan Rhoma Irama, Ini Penyebabnya

Baca: Juara Lomba Desa di Kalteng Bakal Dapat Dana Ratusan Juta Rupiah, Ini Rinciannya

Lian menyebut, kondisi ini merupakan kejadian terburuk sejak beberapa pekan terakhir. Untuk itu, dia mengimbau kepada warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker penutup hidung jika terpaksa harus keluar.

Menjelang siang, jarak pandang masih berada di bawah 2 kilometer. Padahal sekitar pukul 09.00 WIB, kata Lian, visibilty sempat hanya sekitar 800 meter.

Berdasarkan data satelit yang dicatat BMKG Kalteng, pada Minggu (30/9/2018), tercatat ada 105 titik panas di Kalteng.

Dari jumlah itu, 69 di antaranya terpantau di wilayah Kabupaten Pulangpisau.

Atas dasar itu, dia menduga, kemungkinan kabut asap yang menyelimuti Kota Palangkaraya berasal dari Kabupaten Pulangpisau.

"Saat ini kecepatan angin kurang dari 10 km/jam. Akibatnya, kabut asap masih bertahan," timpal dia.

Beberapa wilayah Kalteng, menunjukkan adanya potensi terjadi hujan. Antara lain di wilayah Gunungmas, Katingan, Muru graya, Kapuas wilayah utara. Untuk Kota Palangkaraya sendiri masih bersifat hujan lokal. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved