Kabar Kapuas

Dinkes Kapuas Tetapkan Status KLB Campak dan Rubella, Sepekan 17 Warga Terinfeksi

Dinkes Kabupaten Kapuas menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap penyebaran penyakit campak dan Rubella di daerah itu.

Dinkes Kapuas Tetapkan Status KLB Campak dan Rubella, Sepekan 17 Warga Terinfeksi
tribunkalteng.com/fadly setia rahman
Tim dari Dinkes Kapuas ambil darah warga yang diduga terinfeksi virus campak dan rubbela. 

TRIBUNKALTENG.COM, KAPUAS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap penyebaran penyakit campak dan Rubella di daerah itu.

Penetapan status Ini dilakukan, karena hingga saat ini telah ada ditemukan 17 kasus warga yang diduga terinfeksi penyakit virus campak dan rubella selama sepekan terakhir.

Sebanyak 17 kasus dugaan campak dan rubella ditemukan di beberapa kawasan berbeda sebagaimana laporan dari puskesmas dan hasil penelusuran Dinkes Kapuas.

Baca: Gojek Ekspansi ke Vietnam, Presiden Jokowi Resmikan Grand Launching Go-Jek di Vietnam

Baca: Aksi Persekusi #2019GantiPresiden Tanda Kubu Jokowi-Amin Maruf Panik

"Sebanyak tujuh kasus di wilayah Puskesmas Melati Kecamatan Selat,  delapan kasus di wilayah Puskesmas Sei Tatas Kecamatan Pulau Petak dan dua kasus di wilayah Puskesmas Anjir Kecamatan Kapuas Timur," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr Tri Setyautami dijumpai, Rabu (12/9).

Lebih lanjut dijelaskannya, dari 17 itu, dua yang terkena adalah bayi, satu orang dewasa dan sisanya anak-anak.

"Kami menyebutnya campak klinis, semua sudah diambil sampel darah untuk diperiksa dan dikirim ke laboratorium di Jakarta, lebih lanjutnya masih menunggu hasil pemeriksaan di sana," ungkapnya.

Baca: Selain Puasa Asyura di Bulan Muharram, Rasulullah SAW Anjurkan Puasa Tasua? Begini Penjelasannya

Sementara itu, 17 warga yang mengalami gejala penyakit itu kondisinya sudah membaik. Terus dipantau kondisinya dan bagi anak sekolah diminta libur dulu untuk mengantisipasi penyebaran virus.

"Kami pun mengimbau kepada masyarakat, agar segera membawa anaknya yang belum imunisasi untuk segera imunisasi, demi kebaikan dan pencegahan terhadap dua penyakit ini. Kami pun masih menurunkan Tim Surveilans untuk melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE)  untuk mengamati penyebaran penyakit tersebut," pungkasnya. (tribunkalteng.com/fadly setia rahman)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved