Pilpres 2019

Aksi Persekusi #2019GantiPresiden Tanda Kubu Jokowi-Amin Ma'ruf Panik

aksi persekusi terjadi terhadap deklarasi gerakan #2019GantiPresiden. Ini menandakan kubu Jokowi-Amin Ma'ruf panik.

Aksi Persekusi #2019GantiPresiden Tanda Kubu Jokowi-Amin Ma'ruf Panik
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
diskusi pilpres 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Di beberapa daerah, aksi persekusi terjadi terhadap deklarasi gerakan #2019GantiPresiden. Ini menandakan kubu Jokowi-Amin Ma'ruf panik.

Anggota Badan Komunikasi Gerindra, Andre Rosiade, menilai kubu Jokowi-Ma'ruf Amin panik dengan munculnya gerakan #2019GantiPresiden sehingga mulai dilakukan persekusi.

Andre mencontohkan kejadian di Batam dan Riau, dimana yang sempat terjadi demo di bandara hingga Neno Warisman tertahan di bandara. Pria berkacamata ini juga merasa aneh tatkala melihat deklarasi #Jokowi2Periode tak mendapat larangan seperti #2019GantiPresiden.

Baca: Selain Puasa Asyura di Bulan Muharram, Rasulullah SAW Anjurkan Puasa Tasua? Begini Penjelasannya

Baca: Iqbal Ditangkap Polisi, Saat Digeledah Simpan Sembilan Paket Sabu

"Kalau kita lihat #Jokowi2Periode itu dideklarasikan itu tidak ada persekusi bahkan polisi mendukung. Padahal kalau kita baca, tidak ada cerita agama. yang ada itu simpel aja. Intinya tidak ada isu agama, tidak ada isu hoaks, tidak ada fitnah kepada pemerintah," katanya di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

 Andre  meminta, pemerintah, BIN, hingga kepolisian tak kebakaran jenggot menanggapi gerakan #2019GantiPresiden.

Menurutnya gerakan itu hanyalah bagian dari bunga-bunga demokrasi yang muncul jelang Pilpres 2019 mendatang.

Gerakan #Jokowi2Periode pun dinilainya sebagai hal senada seperti gerakan #2019GantiPresiden.

"Sebenarnya #2019GantiPresiden maupun #Jokowi2Periode itu hal yang biasa saja. Itu bagian bunga-bunga demokrasi. Dan tidak perlu pemerintah, BIN, kepolisian kebakaran jenggot. Ini bagian dari demokrasi," ujar Andre di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

Baca: Sandiaga Uno Masuk 50 Orang Terkaya Indonesia, Ini Daftarnya

Baca: Penambang Temukan Tambang Emas Senilai Rp 148 Miliar

Ia sendiri mengatakan masyarakat merespon positif terhadap gerakan itu dan berniat mengadakan aksi-aksi di daerah. Apalagi, Bawaslu dan KPU tak mempermasalahkannya dan menyebutnya sebagai kebebasan beraspirasi.

Andre justru mengaku heran bahwa pihak kepolisian menilai hal tersebut layaknya kampanye.

"Bawaslu, KPU sudah menyatakan tagar itu kebebasan aspirasi, beda dengan Kadiv Humas (Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, - red) bilang kampanye. Ini lumrah dalam demokrasi," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul #2019GantiPresiden, Gerindra Minta Pemerintah Hingga Kepolisian Tak Kebakaran Jenggot.

(Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya)

Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved