Info Sehat

Kenapa Bayi 9 Bulan Sampai 15 Tahun Wajib Divaksin Rubella? Ini Penjelasannya

Apalagi pada beberapa temuan, kecenderungan pada gejala yang muncul pada anak umumnya terjadi pada anak dalam kandungan.

Kenapa Bayi 9 Bulan Sampai 15 Tahun Wajib Divaksin Rubella? Ini Penjelasannya
Istimewa
Ketua Komda Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Kalteng dr Made Yuliari SpA 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kasus rubella di Kalteng, menjadi ancaman serius. Apalagi pada beberapa temuan, kecenderungan pada gejala yang muncul pada anak umumnya terjadi pada anak dalam kandungan.

Hal ini diungkapkan Ketua Komda Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Kalteng dr Made Yuliari SpA yang mengaku beberapa kali menemukan kasus akbat paparan virus rubella pada pasien anak yang ditanganinya.

"Kasusnya memang minim. Dari 100 anak, mungkin hanya ada satu kasus yang terjadi antara lain seperti katarak sampai pada gangguang jantung," sebut Made Yuliari, Selasa (10/7/2018).

Kampanye imunisasi vaksi rubella di Kaltrng saat ini sedsng digencarkan Dinas Kesehatan. Secara nasional, program ini dilaksanakan pada Agustus dan September 2018 pada puskesmas dan posko kesehatan di 14 kabupaten/kota.

Baca: Kini Wasit Liga Spanyol Digaji 5 Miliar dan Ini Paling Tajir di Dunia

Baca: Penerimaan CPNS 2018, Besok, 11 Juli Mekanisme Seleksi CPNS 2018 Dikupas, Ini Bocorannya

Baca: 168 Napi Pria Diteliti, Ternyata Ini Akar Penyebab Psikopat

Menurut Made Yuliari, pemberian vaksin pada bayi berusia 9 bulan sampai 15 tahun sangat penting untuk mencegah dampak dari virus rubella. 

"Yang berusia 15 tahun diberikan vaksin karena mereka mendekati usia pernikahan dan masih banya pernikahan dini di daerah kita. Cukup sekali saja divaksin maka ini dapat melindungj anak untuk mencegah rubella," kata Made Yuliari. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help