Percobaan Kabur Napi Anton
Kasus Anton Jadi Peringatan Keras bagi Lapas, DPR RI Minta Pengawasan Tak Lagi Lengah
Anggota DPR RI Dapil Kalteng minta agar pengawasan lebih ketat pasca kasus percobaan kabur Anton narapidana kasus pembunuhan dihukum seumur hidup
Penulis: Arai Nisari | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi XIII DPR RI dari dapil Kalimantan Tengah, Bias Layar, meminta jajaran pemasyarakatan memperkuat pengawasan setelah narapidana Anton Kurniawan berusaha kabur dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya dengan menggunakan senjata api yang diduga diselundupkan saat kunjungan keluarga.
Menurutnya, masuknya senjata api ke dalam lapas hingga digunakan dalam percobaan pelarian menunjukkan masih adanya celah pengawasan yang harus segera dievaluasi.
“Untuk supaya itu tidak terjadi lagi, penguatan di pengawasan. Dan petugas-petugas di situ harus benar-benar bekerja dengan profesional,” ujar Bias saat ditemui di Rumah Aspirasi Bias Layar, Jalan G Obos, Palangka Raya, Sabtu (30/5/2026).
Seperti diketahui, Anton Kurniawan merupakan terpidana penjara seumur hidup dalam kasus penembakan sopir ekspedisi Budiman Arisandi di Kabupaten Katingan. Pada Sabtu (23/5/2026), ia mencoba melarikan diri dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya.
Berdasarkan hasil pendalaman Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, Anton diduga memperoleh senjata api yang diselundupkan saat kunjungan istrinya.
Dalam upaya pelarian tersebut, Anton disebut sempat mengancam petugas dan menarik pelatuk senjata api sebanyak dua kali sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan.
Bias menegaskan, penguatan pengawasan harus dilakukan tanpa mengabaikan prinsip hak asasi manusia yang menjadi bagian dari sistem pemasyarakatan.
"Jangan ada celah dalam pengawasan. Seluruh petugas harus menjalankan tugasnya secara profesional dan disiplin, tetapi tetap mengedepankan prinsip hak asasi manusia dalam pembinaan warga binaan," ujarnya.
Bias menegaskan tanggung jawab menjaga keamanan lapas tidak hanya berada di tangan petugas jaga, tetapi seluruh unsur yang terlibat dalam sistem pengamanan lapas.
“Jaga dengan baik dan benar sesuai tugas dan tupoksinya sebagai petugas di situ, baik sipir maupun para perwiranya, ataupun kepala lapasnya, dan siapapun yang bertanggung jawab di situ,” ujarnya.
Ia mengingatkan insiden tersebut berpotensi menimbulkan korban jiwa apabila petugas gagal menggagalkan upaya pelarian tersebut.
“Kalau pelatuk itu meledakkan peluru, maka akan timbul korban, baik dari petugas lapas maupun dari yang lain,” katanya.
Baca juga: DPR RI Soroti Dugaan Kelalaian Lapas terkait Napi Anton, Kakanwil Ditjenpas Kalteng Segera Dipanggil
Baca juga: Seminggu Pasca Upaya Kabur dari Lapas Palangka Raya Napi Anton Masih Menjalani Pemeriksaan
Karena itu, Bias meminta seluruh jajaran pemasyarakatan menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran untuk meningkatkan disiplin petugas, memperkuat sistem pengamanan, serta memastikan setiap prosedur keamanan berjalan sesuai ketentuan.
“Ya tingkatkan kinerja yang baik, jangan sampai seperti itu lagi,” tegasnya.
Ia menilai peristiwa yang melibatkan narapidana, senjata api, dan dugaan kelalaian pengawasan di dalam lapas dapat dengan cepat menjadi sorotan nasional apabila kembali terulang.
“Sangat disayangkan bila itu sekali lagi terjadi. Saya selaku anggota DPR RI perwakilan Kalimantan Tengah yang membidangi itu akan merasa malu,” pungkasnya.
Anton Kurniawan
DPR RI
Bias Layar
Kalimantan Tengah
narapidana
Lapas Kelas IIA Palangka Raya
Multiangle
| DPR RI Soroti Dugaan Kelalaian Lapas terkait Napi Anton, Kakanwil Ditjenpas Kalteng Segera Dipanggil |
|
|---|
| Seminggu Pasca Upaya Kabur dari Lapas Palangka Raya Napi Anton Masih Menjalani Pemeriksaan |
|
|---|
| Masuk Kategori Napi High Risk, Anton Kurniawan Sudah Diajukan Pindah ke Nusa Kambangan |
|
|---|
| Selundupkan Pistol, Istri Anton eks Polisi Tembak Warga Diduga Coba Bantu Suami Kabur dari Penjara |
|
|---|
| Pengacara Haryono Soroti Prosedur Lapas Usai Napi Pembunuhan Anton Mencoba Kabur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/Bias-Layar-30-mei-2026-okkk.jpg)