Berita Palangka Raya

Manfaatkan Kalteng Expo 2026, Densus 88 Edukasi Masyarakat dan Anak Muda Bahaya IRET

Satgaswil Densus 88 Kalimantan Tengah punya cara unik untuk mendekati masyarakat, pusat edukasi khusus di ajang Kalteng Expo 2026 terkait IRET

Tayang:
Editor: Sri Mariati
Istimewa
PODCAST - Densus 88 adakan podcast Kalteng Expo 2026 yang digelar di GOR Serbaguna Indoor Palangka Raya edukasi mengenai intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET). 
Ringkasan Berita:
  • Berbagai cara untuk memberikan edukasi dan pemahaman bahaya dari intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).
  • Terlebih dampak negatif media sosial hingga kecanduan game online yang kini kian masih terjadi di wilayah Kalteng terutama anak muda.
  • Satgaswil Densus 88 Kalimantan Tengah (Kalteng), punya cara unik untuk mendekati masyarakat. 
  • Mereka menghadirkan pusat edukasi khusus di ajang Kalteng Expo 2026 yang digelar di GOR Serbaguna Indoor Palangka Raya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Berbagai cara untuk memberikan edukasi dan pemahaman bahaya dari intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

Terlebih dampak negatif media sosial hingga kecanduan game online yang kini kian masih terjadi di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), terutama anak muda.

Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Kalimantan Tengah (Kalteng), punya cara unik untuk mendekati masyarakat. 

Mereka menghadirkan pusat edukasi khusus di ajang Kalteng Expo 2026 yang digelar di GOR Serbaguna Indoor Palangka Raya. 

Untuk meramaikan acara, pihaknya menggandeng sejumlah instansi di antaranya Badan Kesbangpol Provinsi Kalteng, Dinas DP3APPKB Kalteng, FKUB Kalteng, tokoh masyarakat, hingga media massa untuk bersama-sama menyuarakan toleransi.

Kepala Satgaswil Densus 88 Kalteng, Kombes Pol Yulianto Rombe Biantong mengatakan berbagai aktivitas digelar, mulai dari podcast, sosialisasi bahaya intoleransi-radikalisme, hingga pemutaran video kontra-narasi. 

Pengunjung juga diajak melakukan ikrar dan tanda tangan anti-radikal, serta mendapatkan stiker edukasi mengenai bahaya bullying dan penyalahgunaan media sosial.

"Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan menjaga kerukunan. Langkah itu juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyebaran paham radikal dan kekerasan yang semakin masif melalui media digital," katanya, Jumat (22/5/ 2026).

Hal senada juga dikatakan Ketua Satgaswil Densus 88 Kalteng, Iptu Ganjar Satriyono. Ia menilai kegiatan itu sangat dibutuhkan di tengah perkembangan era digital.

Ia menegaskan, ancaman paham kekerasan kini tidak lagi konvensional, melainkan telah merambah ke ruang digital.

"Kegiatan ini sangat dibutuhkan mengingat masifnya penyebaran paham radikalisme melalui media digital. Oleh karena itu, diperlukan edukasi, kontra narasi, dan penguatan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda," ujarnya.

Baca juga: Disdik Palangka Raya dan Densus 88 Pekuat Peran Sekolah Sebagai Benteng Cegah Paham Kekerasan

Baca juga: Tim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 Polri Ungkap Kabar Terkini 2 Anak Di Kotim

Sementara itu, Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalteng, Oka Swastika, menegaskan akan mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat toleransi, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman.

"Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, memperkuat moderasi beragama, dan menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, ekstremisme, serta paham kekerasan demi terciptanya Kalteng yang aman, damai, dan harmonis," tukas Ganjar.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved