Berita Palangka Raya
Disdik Palangka Raya dan Densus 88 Pekuat Peran Sekolah Sebagai Benteng Cegah Paham Kekerasan
Disdik Palangka Raya bersama Densus 88 memperkuat peran sekolah sebagai benteng moral bagi generasi muda, agar tak terpapar paham kekerasan
Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Sri Mariati
Ringkasan Berita:
- Agar tak kecolongan adanya kasus seperti di Kotim 2 anak sekolah terindikasi terpapar paham kekerasan, perlu adanya sosialiasi hingga semua lini.
- Di antaranya dengan sosialisasi strategi pencegahan paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme), serta kekerasan dan sadisme di lingkungan sekolah.
- Kegiatan yang diikuti oleh 54 kepala SMP negeri dan swasta se-Kota Palangka Raya itu Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah, di SMP Negeri 9 Palangka Raya, Rabu (21/1/2026).
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, bersama dengan Satgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 Antiteror Polri memperkuat peran sekolah sebagai benteng moral dan kebangsaan bagi generasi muda.
Satu di antara caranya dengan sosialisasi strategi pencegahan paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme), serta kekerasan dan sadisme di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang diikuti oleh 54 kepala SMP negeri dan swasta se-Kota Palangka Raya itu dilaksanakan dalam rangka Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah, di SMP Negeri 9 Palangka Raya, Rabu (21/1/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya Jayadi menyampaikan, keterlibatan aparat penegak hukum sangat penting dalam memperkuat peran sekolah sebagai.
Dirinya berharap, seluruh unsur sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik, dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman, damai, dan penuh kasih, serta terbebas dari pengaruh paham intoleransi, radikalisme, kekerasan, dan perilaku sadistis,” ujar Jayadi.
Sementara itu, Ketua Tim Unit Idensos Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 AT Polri, Iptu Ganjar Satriyono menjelaskan, pihaknya saat ini berfokus pada upaya pencegahan dan deteksi dini penyebaran paham kekerasan yang menyasar generasi muda.
Media sosial dan game daring, kata Ganjar, kerap dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran konten negatif dan tidak layak dikonsumsi anak di bawah umur, mulai dari muatan kekerasan, sadisme, hingga penyimpangan perilaku.
“Ini bukan sekadar narasi. Pada 7 November 2025 lalu, terjadi kasus peledakan bom rakitan di SMA Negeri 72 Jakarta yang dilakukan oleh seorang siswa," ungkapnya.
Ganjar membeberkan, pelaku peledakan bom rakitan itu didorong karena pernah menjadi korban bullying atau perundangan, ditambah merasa kesepian dan tak ada tempat mengadu.
"Dari hasil investigasi, ditemukan adanya keterkaitan pelaku dengan komunitas media sosial global yang mengagungkan kekerasan,” jelas Ganjar.
Dalam kasus ledakan di SMA N 72 Jakarta tersebut, Densus 88 AT Polri menemukan sedikitnya 68 anak dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam grup WhatsApp True Crime Community (TTC), yang berisi konten mengagumi kekerasan.
Ganjar menegaskan, upaya pencegahan paham kekerasan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan memerlukan peran bersama seluruh elemen masyarakat, khususnya dunia pendidikan.
Baca juga: Pesan Densus 88 Kalteng, Paham Kekerasan Dampak Dari Korban Perundungan
Baca juga: Densus 88 Deteksi Dua Anak di Kotim Terpapar Radikalisme Lewat Game Online Roblox
Menurut Ganjar, anak-anak bukan sasaran ideologi, melainkan harapan, mimpi, dan masa depan bangsa.
Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menjaga lingkungan yang aman, damai, dan penuh kasih.
"Karena masa depan anak terlalu berharga untuk dirusak dengan paham radikalisme, kekerasan, dan sadistik," tegas Ganjar.
| Polresta Palangka Raya Sita 5 Unit Motor Diduga Digunakan Balap Liar |
|
|---|
| Siswa Kelas Foto Borneo Disuruh Menggambar Pada Pertemuan Perdana |
|
|---|
| Razia Balap Liar di Palangka Raya, 28 Orang Diamankan, Ditemukan Bong oleh Anggota Polda Kalteng |
|
|---|
| Mini Zoo Kum Kum Jadi Pilihan Wisata Edukasi Anak di Palangka Raya Kalteng |
|
|---|
| Wisata Kum Kum Palangka Raya jadi Pilihan Warga Isi Long Weekend dengan Biaya Terjangkau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/Densus-88-sosialisasi.jpg)