Berita Kalteng

Pesan Densus 88 Kalteng, Paham Kekerasan Dampak Dari Korban Perundungan

Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 Polri, Ipda Ganjar Satriyono bincang bersama awak media di Palangka Raya.

Tayang:
Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Nia Kurniawan
Tribunkalteng.com/Ahmad Supriandi
MEMAPARKAN - Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 Polri, Ipda Ganjar Satriyono saat memaparkan tentang anak-anak yang pernah menjadi korban perundungan berpotensi terpapar paham kekerasan, Kamis (15/1/2026). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 Polri, Ipda Ganjar Satriyono mengungkapkan, anak-anak Indonesia, yang terindentifikasi masuk grup Whatsapp True Crime Community (TCC) atau komunitas penggemar kejahatan nyata mayoritas pernah menjadi korban perundungan.

Anak-anak yang pernah menjadi korban bullying atau perundungan maupun korban pelecehan, rentan terpapar paham kekerasan.

Baca juga: Tim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 Polri Ungkap Kabar Terkini 2 Anak Di Kotim

"Rata-rata anak yang ikut grup itu, punya sakit hati dan pernah menjadi korban perundungan," kata Ganjar, saat melaksanakan bincang santai bersama awak media di Palangka Raya, Kamis (15/1/2026).

Ganjar menjelaskan, anak yang pernah menjadi korban perundungan memang tak begitu saja tertarik paham kekerasan. 

Namun, rasa sakit yang lama terpendam, membuat mereka rentan terpapar paham kekerasan.

"Katakanlah anak SLTA, bukan pada saat itu juga menjadi korban perundungan, bisa pada saat dia SD atau SMP," ucapnya. 

Selain itu, kata Ganjar, faktor keluarga juga berpengaruh. Ketika orang tua tidak bisa menjadi tokoh yang baik bagi anak-anak, maka anak tersebut akan kencari ketokohan di luar. 

"Ayah dan ibunya sibuk, akhirnya anak mencari ketokohan salah satunya dari di media sosial," jelasnya. 

Pada situasi tersebut, anak-anak berpotensi terpapar paham kekerasan atau terinspirasi oleh tokoh yang melakukan kekerasan ekstrem. 

"Kita tahu sendiri anak-anak itu kalau sudah nyaman apapun akan dia lakukan, ini berbahaya," ucapnya.

(Tribunkalteng/supriandi)

 

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved