Berita Palangka Raya
Harga Plastik Melonjak, Pedagang Telur Gulung di Palangka Raya Terdampak
Para pedagang mengaku harga berbagai jenis plastik, kantong maupun kemasan, alami kenaikan sejak bulan Ramadan dan hingga kini belum kembali normal.
Penulis: Arai Nisari | Editor: Pangkan Banama Putra Bangel
Ringkasan Berita:
- Pedagang telur gulung yang kerap berjualan di pasar malam dan car free day itu mengaku mulai merasakan kenaikan harga plastik yang digunakan untuk berjualan.
- Kenaikan harga ini mulai terasa sejak bulan Ramadan dan hingga kini belum juga turun.
- Harga plastik putih merek Bawang itu asalnya Rp8.000, sekarang jadi Rp13.000 sampai Rp14.000
- Plastik pembungkus, cup plastik yang digunakan untuk menyajikan telur gulung juga ikut mengalami kenaikan harga dari Rp14.000, sekarang bisa sampai Rp18.000.
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Kenaikan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir turut dirasakan para pedagang kecil di Palangka Raya yang bergantung pada kemasan plastik dalam aktivitas jual beli.
Sejumlah pedagang mengaku harga berbagai jenis plastik, baik kantong maupun kemasan, mengalami kenaikan sejak bulan Ramadan dan hingga kini belum kembali normal.
Kenaikan ini diduga dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan bahan baku yang sebagian masih bergantung pada impor, serta dinamika global yang turut memengaruhi harga di pasaran.
Baca juga: Peredaran Narkoba Ancam Lapas dan Rutan, Anggota DPR RI Bias Layar Tekankan Pengawasan Ketat
Di bawah payung sederhana, di antara botol saus dan wajan berisi minyak panas, Iman (40) tetap melayani pembeli seperti biasa, Minggu (5/4/2026).
Pedagang telur gulung yang kerap berjualan di pasar malam dan car free day itu mengaku mulai merasakan kenaikan harga plastik yang digunakan untuk berjualan.
“Kalau plastik putih merek Bawang itu asalnya Rp8.000, sekarang jadi Rp13.000 sampai Rp14.000,” ujarnya.
Selain plastik pembungkus, cup plastik yang digunakan untuk menyajikan telur gulung juga ikut mengalami kenaikan harga.
“Yang biasa Rp14.000, sekarang bisa sampai Rp18.000,” tambahnya.
Menurut Iman, kenaikan harga ini mulai terasa sejak bulan Ramadan dan hingga kini belum juga turun.
“Pas puasa itu sudah mulai naik. Sampai sekarang masih tinggi,” katanya.
Dalam sehari, ia bisa menghabiskan sekitar satu setengah bungkus plastik dan dua renteng cup plastik.
Saat ramai, terutama ketika berjualan di pasar malam atau car free day, penggunaan bisa meningkat hingga tiga renteng.
Kenaikan harga tersebut membuat biaya operasionalnya ikut meningkat.
“Berasa banar lah,” ucapnya singkat.
| Palangka Raya Masuk 3 Besar Calon Kota Antikorupsi Nasional, KPK Minta Masyarakat Ikut Awasi |
|
|---|
| Terungkap Ompreng Berserakan di Jalan Raya Bundaran Burung, Ini Kata Kepala BGN Palangka Raya |
|
|---|
| Pengakuan Warga Pulang Pisau dan Kapuas Getaran Gempa dan Dentuman, BMKG: Bukan Aktivitas Tektonik |
|
|---|
| Dukung Sensus Ekonomi 2026, Ketua DPRD Palangka Raya Minta Warga Sampaikan Kondisi Riil |
|
|---|
| Karhutla Mulai Mengintai Permukiman di Palangka Raya, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/Pedagang-telur-gunung-5-April-2026.jpg)