Berita Palangka Raya
Pemko Palangka Raya Atasi Masalah Lingkungan dan Sampah Lewat Program Kampung Keren
Pemko Palangka Raya resmi luncurkan program Kampung Keren, libatkan masyarakat dan perguruan tinggi dalam pengelolaan lingkungan, Kamis (2/4/2026).
Penulis: Arai Nisari | Editor: Pangkan Banama Putra Bangel
Ringkasan Berita:
- Pemko Palangka Raya resmi meluncurkan program Kampung Keren dengan melibatkan masyarakat dan perguruan tinggi dalam pengelolaan lingkungan, Kamis (2/4/2026).
- Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan Kampung Keren dirancang sebagai gerakan kolaboratif, bukan sekadar lomba atau kegiatan seremonial.
- Program Kampung Keren dikemas dalam bentuk lomba dengan total hadiah Rp600 juta setiap tahunnya, rincian juara pertama Rp300 juta, juara kedua Rp200 juta, dan juara ketiga Rp100 juta.
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Permasalahan lingkungan seperti sampah, penghijauan, hingga penataan kawasan permukiman masih menjadi tantangan di Kota Palangka Raya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya resmi meluncurkan program Kampung Keren dengan melibatkan masyarakat dan perguruan tinggi dalam pengelolaan lingkungan, Kamis (2/4/2026).
Peluncuran program ini berlangsung di Aula Hapakat Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya. Suasana ruangan tampak padat, para undangan dari berbagai kalangan yang menyimak paparan program yang ditampilkan melalui layar besar di bagian depan.
Baca juga: Pemko Palangka Raya Berikan Beasiswa Pada 47 Mahasiswa, Pengajuan ke Disdik
Baca juga: Aturan WFH di Palangka Raya, Kadisdik: Tak Perlu Iri, Guru Punya Tanggung Jawab
Baca juga: OJK Kalteng Terima 311 Aduan Pinjol Ilegal, Korban Mayoritas Perempuan
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengatakan Kampung Keren dirancang sebagai gerakan kolaboratif, bukan sekadar lomba atau kegiatan seremonial.
“Sekali lagi Kampung Keren ini adalah kami mengajak kolaborasi dalam mengelola lingkungan. Ini bersifat sirkular, semua berputar dan saling berkaitan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep “Keren” merupakan akronim dari Kolaboratif, Ekonomi maju, Religius, Enerjik, dan Nyaman.
Pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Lingkungan yang baik akan menghasilkan masyarakat yang baik. Dari situ akan berdampak pada pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan unsur pentahelix, yakni akademisi, pelaku usaha, masyarakat, pemerintah, dan media.
Seluruh perguruan tinggi di Kota Palangka Raya akan membentuk tim yang turun langsung ke lokasi yang telah ditentukan pemerintah untuk mengelola lingkungan bersama masyarakat setempat.
“Perguruan tinggi akan mengutus tim, dan di dalamnya harus ada unsur pentahelix serta melibatkan masyarakat setempat,” katanya.
Fairid menekankan, keterlibatan warga menjadi poin utama dalam program tersebut.
“Jangan sampai tim saja yang bekerja, tapi masyarakatnya tidak ikut. Tujuannya supaya masyarakat yang sebelumnya tidak peduli bisa ikut peduli,” tegasnya.
Program Kampung Keren dikemas dalam bentuk lomba dengan total hadiah Rp600 juta setiap tahunnya, dengan rincian juara pertama Rp300 juta, juara kedua Rp200 juta, dan juara ketiga Rp100 juta.
| Terdakwa Penggelapan Dana Bank Kalteng Bacakan Pembelaan pada Sidang Hari Ini |
|
|---|
| Save Our Borneo Soroti Praktik Hutan Taman Industri Picu Krisis Ekologi di DAS Kapuas Kalteng |
|
|---|
| Jemaah Haji Kalteng 2026 Beragam Usia, Termuda 14 Tahun dan Tertua 95 Tahun, Ini Asal Daerahnya |
|
|---|
| Harga Dexlite Rp24.150 per Liter, Anggaran Damkar Palangka Raya Tertekan, Operasional Disesuaikan |
|
|---|
| Pemkot Palangka Raya Gelar Sosialisasi Pembiayaan IKM dan UMKM Meski Tengah Efisiensi Anggaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/Program-Kampung-Keren-Palangka-Raya-2-April-2026.jpg)