Berita Palangka Raya
Tanaman Sorgum Mulai Dilirik, Pangan Alternatif Pada Sektor Pertanian di Palangka Raya
Tanaman Sorgum dikenal tahan saat kekeringan dan mampu tumbuh di tanah marginal, jenis tanah yang banyak ditemui di wilayah Palangka Raya.
Penulis: Arai Nisari | Editor: Pangkan Banama Putra Bangel
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Di tengah lahan gambut yang sulit digarap dan rawan terbakar, Palangka Raya mulai melirik tanaman sorgum sebagai alternatif pertanian yang tahan di kondisi ekstrem.
Tanaman ini dikenal tahan terhadap kekeringan dan mampu tumbuh di tanah marginal, jenis tanah yang banyak ditemui di wilayah Palangka Raya.
Karena itulah, sorgum kini mulai dikembangkan di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, sebagai langkah mencari alternatif pangan lokal yang cocok dengan karakter tanah setempat.
Baca juga: Optimalisasi PAD Kalteng, Gubernur Agustiar Sabran Akan Persulit Perusahaan Bandel
Baca juga: DPRD Kotim Susun Skema Awal Persiapan Hadapi Efisiensi Anggaran 2026
Baca juga: Jadwal Live Streaming Bangkok United Vs Lion City, Cek Klasemen Persib di AFC Champions League 2
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya, Sugiyanto, menyebut uji coba sorgum sudah dilakukan sejak 2024 dan kini mulai menunjukkan hasil panen.
“Walaupun tanah di sini kurang subur, sorgum tetap bisa tumbuh baik. Masa tanamnya juga singkat, sekitar 90 sampai 120 hari, hampir sama seperti jagung,” ujarnya kepada TribunKalteng.com, Senin (20/10/2025).
Selain di lahan percontohan seluas 0,25 hektare milik TTP, beberapa petani di Banturung juga mulai mencoba menanam sorgum di lahan mereka.
Salah satunya adalah Pak Ramin, petani yang sudah setahun menanam tanaman ini dan mulai memetik hasilnya.
Sugiyanto mengatakan, keunggulan sorgum terletak pada sifatnya yang serbaguna. Bulirnya bisa dijadikan beras sebagai pengganti nasi, daunnya untuk pakan ternak, dan batangnya dapat diolah menjadi gula alami atau minuman seperti es sorgum.
“Tanaman ini benar-benar multifungsi dan mendukung konsep zero waste, karena hampir tak ada bagian yang terbuang,” katanya.
Tak hanya itu, sorgum juga bisa diolah menjadi berbagai produk pangan. Tepung sorgum misalnya, bisa menjadi bahan pengganti tepung gandum untuk membuat roti, brownies, cupcake, dan kue kering bebas gluten.
Biji sorgum utuh dapat dimasak seperti nasi, dibuat menjadi sereal, atau bahkan popcorn sorgum.
Hingga kini, total lahan sorgum di Palangka Raya mencapai sekitar 2,25 hektare, 0,25 hektare di area TTP dan 2 hektare di lahan petani.
DPKP juga telah menyiapkan mesin sosoh sorgum untuk membantu proses pascapanen agar hasil panen bisa langsung diolah.
| Kartu Huma Betang Sejahtera Sudah Dibagikan, Warga Mengaku Belum Tahu Jenis Bantuan Diterima |
|
|---|
| BMKG Prediksi Musim Kemarau di Kalteng 2026 Lebih Panjang, Diperkirakan Mulai Akhir Maret |
|
|---|
| Pemprov Kalteng Targetkan 100 Pelajar Kuliah ke Luar Negeri, Seleksi Dilakukan Tingkat SMA |
|
|---|
| Pemprov Kalteng Gencarkan Pasar dan Pangan Murah Jaga Stok jelang Lebaran 2026 |
|
|---|
| Polda Kalteng Bakal Razia di Daerah Rawan Peredaran Narkoba Saat Arus Mudik Lebaran 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/DPKP-Palangka-Raya-Tanaman-Sorgum-20-Oktober-2025.jpg)