Berita Palangka Raya

Pedagang Pasar Besar Palangka Raya Jual Beras Lokal dan SPHP, Stok Beras Premium Menurun

Pantauan Tribun Kalteng di Komplek Pasar Besar Palangka Raya, sejumlah kios tampak sepi stok beras premium.

Muhammad Iqbal Zulkarnain/Tribunkalteng.com
PASOKAN BERAS - Tumpukan karung beras yang tersusun di depan salah satu toko beras di Pasar Besar Palangka Raya. Saat ini, stok yang tersedia didominasi beras lokal, Minggu (24/8/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Stok beras premium di Komplek Pasar Besar Kota Palangka Raya diketahui mengalami kekosongan dalam dua pekan terakhir. 

Kondisi ini terjadi sejak muncul isu beras premium yang dicampur dengan beras biasa.

Pantauan Tribun Kalteng di Komplek Pasar Besar Palangka Raya, sejumlah kios tampak sepi stok beras premium.

Baca juga: 35 Kapster Ikut Fade Wars Lippo Barber Battle Palangka Raya, Seorang Perserta Pakai Baju Adat Dayak

Baca juga: Rawan Laka Lantas, Warga Jelaskan Sebab Kecelakaan di Simpang Empat Arah Banjarmasin-Palangka Raya

Baca juga: Dinamika Pusat Berpotensi Menimbulkan Poros Ketiga Perebutan Kursi DPD Golkar Kalteng

Karung-karung beras yang biasanya tersusun rapat di depan toko kini lebih didominasi beras lokal dan beras SPHP.

Tak jarang, pembeli yang datang terlihat menanyakan beras premium, namun pedagang hanya bisa menggelengkan kepala.

Syahrudin, salah satu pedagang beras di Komplek Pasar Besar, menyebut hanya ada satu merek beras premium yang masih tersedia di tokonya.

“Sudah setengah bulan kosong, semenjak ada isu beras premium dicampur beras biasa. Jadi saat ini hanya ada beras premium merek Mutiara saja di toko saya, merek lainnya sedang kosong,” ujarnya, saat ditemui Tribun Kalteng, Minggu (24/8/2025).

Beras premium merek Mutiara tersebut dijual Rp15.400 per kilogram.

Selain itu, beras lokal yang tersedia di tokonya adalah beras Cap Hibrida asal Pangkoh dengan harga Rp13.650 per kilogram.

Menurut Syahrudin, pedagang kini lebih berhati-hati dalam membeli stok beras premium dari luar daerah, terutama setelah sejumlah merek disebut pemerintah dalam kasus beras oplosan.

“Kalau kami semenjak ada isu beras oplosan, dan banyak disebutkan sejumlah mereknya oleh pemerintah melalui media, kami tidak mau lagi beli beras-beras tersebut karena berisiko. Makanya sejauh ini stok yang tersedia jumlahnya terbatas,” jelasnya.

Sementara itu, pedagang lainnya, H. Sahruji, juga mengalami kondisi serupa.

Ia mengaku stok beras premium di tokonya telah habis beberapa hari terakhir.

“Yang tersedia hanya beras Lele dengan harga Rp15.294 per kilogram dan beras SPHP. Untuk beras premium sudah habis, sementara banyak masyarakat yang mencarinya,” katanya.

Para pedagang berharap pengiriman beras premium segera dilakukan agar pasokan di pasar kembali normal dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.

(Tribunkalteng.com)

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved