Iran vs Amerika

Update Dampak Perang Iran vs Amerika, Perdana Menteri India Datangi 5 Negara

Kabar dampak Iran vs Amerika. Perdana Menteri India Narendra Modi memulai tur ke lima negara pada Jumat (15/5/2026).

Tayang:
Editor: Nia Kurniawan
Tribunnews.com/HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni via tribunnews
BLOKADE SELAT HORMUZ - Kabar dampak Iran vs Amerika. Perdana Menteri India Narendra Modi memulai tur ke lima negara pada Jumat (15/5/2026) dengan mengunjungi Uni Emirat Arab terlebih dahulu 

China Soroti Pentingnya Selat Hormuz
Keterlibatan China dalam upaya meredakan konflik antara Amerika Serikat dan Iran disebut bukan tanpa alasan. 

Selain faktor keamanan kawasan, Beijing juga menaruh perhatian besar terhadap stabilitas jalur perdagangan energi internasional, khususnya di Selat Hormuz.

Pemerintah China menilai wilayah tersebut memiliki peran sangat vital bagi perekonomian dunia karena menjadi salah satu jalur distribusi minyak paling penting secara global.

Sebagian besar pengiriman minyak dari kawasan Teluk menuju Asia, Eropa, dan berbagai negara lainnya melewati Selat Hormuz

Karena itu, setiap gangguan di wilayah tersebut dinilai dapat langsung memengaruhi stabilitas harga energi dan perdagangan internasional.

Di tengah konflik yang memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, kekhawatiran terhadap penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz terus meningkat.

China memperingatkan bahwa gangguan terhadap jalur perdagangan energi dapat memicu masalah baru bagi ekonomi dunia yang saat ini masih menghadapi tekanan geopolitik dan ketidakpastian pasar global.

Menurut Beijing, penutupan Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada negara-negara Timur Tengah, tetapi juga dapat mengganggu rantai pasokan internasional dan memperburuk krisis ekonomi global.

“Penting membuka kembali jalur pelayaran sesegera mungkin untuk menjaga rantai pasokan global tetap stabil dan tidak terhambat,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa China memiliki kepentingan strategis dalam menjaga keamanan jalur energi dunia, terutama karena negara tersebut merupakan salah satu importir minyak terbesar di dunia.

Pengamat menilai stabilitas Selat Hormuz menjadi perhatian utama Beijing karena gangguan distribusi minyak dapat berdampak langsung terhadap industri, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi China.

Selain itu, meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk juga berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia yang dapat memicu tekanan ekonomi di banyak negara.

Karena itu, China terus mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi agar jalur perdagangan internasional tetap aman serta stabilitas ekonomi global dapat terjaga.

Mengingat saat ini situasi di kawasan Timur Tengah masih dinilai rapuh meski sejumlah negara telah mulai mendorong proses gencatan senjata dan de-eskalasi konflik.

(Tribunnews.com / tribunkalteng)

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved