Iran vs Amerika
UPDATE Perang Iran vs Amerika Operation Sledgehammer, Langkah Donald Trump
UPDATE Perang Iran vs Amerika, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah menyiapkan nama baru untuk operasi militer.
TRIBUNKALTENG.COM - UPDATE Perang Iran vs Amerika, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah menyiapkan nama baru untuk operasi militer terhadap Iran apabila gencatan senjata saat ini runtuh dan perang kembali pecah.
Kini Menurut laporan NBC News yang mengutip pejabat Gedung Putih, Pentagon mempertimbangkan penggunaan nama “Operation Sledgehammer” untuk menggantikan “Operation Epic Fury” jika Trump memutuskan melanjutkan operasi tempur besar terhadap Teheran.
Baca juga: Sorot Perang Iran vs Amerika, Trump Bawa Elon Musk ke China Jumpa Xi Jinping
Perubahan nama operasi tersebut dinilai bukan sekadar simbolis, tetapi juga memiliki implikasi politik dan hukum yang signifikan.
Ya, Dengan menggunakan nama baru, pemerintahan Trump disebut dapat berargumen kalau konflik memasuki fase baru, sehingga membuka peluang untuk “me-reset” hitungan 60 hari terkait kewajiban persetujuan perang dari Kongres AS.
Sebelumnya, pemerintahan AS secara resmi mengumumkan berakhirnya “Operation Epic Fury” setelah Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata pada awal April 2026 untuk membuka jalur diplomasi.
Namun, laporan NBC menyebut Pentagon masih terus menggunakan nama operasi tersebut dalam berbagai pembaruan resmi terkait Iran.
“Pada saat itu, pemerintah memberi tahu Kongres bahwa permusuhan dengan Iran telah berakhir. Namun Pentagon tetap menggambarkan konflik dengan Iran sebagai Operation Epic Fury,” tulis NBC.
Sumber pejabat AS mengatakan “Operation Sledgehammer” bukan satu-satunya nama yang sedang dipertimbangkan.
Meski demikian, pembahasan nama baru tersebut dianggap mencerminkan keseriusan pemerintahan Trump dalam mempersiapkan kemungkinan eskalasi ulang perang.
Latar belakang pembahasan ini tidak lepas dari rapuhnya situasi gencatan senjata AS-Iran pasca perang regional yang meletus setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.
Konflik tersebut memicu serangan balasan Iran ke berbagai negara Teluk, penutupan Selat Hormuz, serta lonjakan harga energi global.
Meski kedua negara sempat menyepakati penghentian permusuhan pada April, ketegangan tetap tinggi.
Trump baru-baru ini menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri konflik dan menyebut gencatan senjata berada dalam “kondisi kritis.”
Di saat bersamaan, laporan intelijen AS yang bocor ke media juga menyebut Iran masih mempertahankan sebagian besar fasilitas rudal bawah tanahnya, memunculkan kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali meningkat sewaktu-waktu.
Isu Iran juga diperkirakan menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan Trump ke China pada 13–14 Mei.
| Sorot Perang Iran vs Amerika, Trump Bawa Elon Musk ke China Jumpa Xi Jinping |
|
|---|
| Iran Siap Serang Inggris di Selat Hormuz, Jelang Trump Jumpa Xi Jinping Agenda Amerika-China |
|
|---|
| Operasi Sledgehammer Donald Trump di Perang Iran vs Amerika, Inggris Kirim Pasukan ke Selat Hormuz |
|
|---|
| Meledak di Teheran, Perang Iran vs Amerika Picu UEA Kirim Bom ke Kilang Minyak Pulau Lavan |
|
|---|
| Mojtaba Khamenei Meninggal Dunia di Iran vs Amerika? Presiden Masoud Pezeshkian Beri Jawaban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/Rudal-siijil-iran.jpg)