Iran vs Amerika

UPDATE Perang Iran vs Amerika Operation Sledgehammer, Langkah Donald Trump

UPDATE Perang Iran vs Amerika, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah menyiapkan nama baru untuk operasi militer.

Tayang:
Editor: Nia Kurniawan
Istimewa/SERAMBINEWS.COM/almayadeen
RUDAL SEJJIL IRAN - Tangkap layar YouTube Al Mayadeen English memperlihatkan rekaman dari latihan militer Iran.UPDATE Perang Iran vs Amerika, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah menyiapkan nama baru untuk operasi militer terhadap Iran a 

Pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Presiden China Xi Jinping disebut akan diawasi ketat oleh Taiwan, India, dan Iran karena dapat memengaruhi keseimbangan geopolitik global.

Selain perang Iran, kedua negara juga diperkirakan membahas ketegangan terkait kecerdasan buatan, pembatasan ekspor teknologi, mineral tanah jarang, dan Taiwan.

Serangan Balasan

Arab Saudi dilaporkan diam-diam melancarkan serangan udara balasan terhadap Iran pada awal tahun ini.

Hal itu dilakukan setelah kerajaan tersebut berulang kali menjadi sasaran rudal dan drone selama konflik Timur Tengah yang lebih luas.

Informasi itu diungkap dua pejabat Barat dan dua pejabat Iran kepada Reuters.

Jika benar, operasi tersebut menjadi pertama kalinya Arab Saudi diketahui secara langsung menyerang wilayah Iran, menandai perubahan besar dalam pendekatan Riyadh terhadap rival regionalnya itu.

Menurut laporan, serangan dilakukan Angkatan Udara Saudi pada akhir Maret 2026 sebagai aksi balasan atas serangan yang sebelumnya menghantam wilayah Saudi.

“Ini merupakan serangan balasan setelah Saudi diserang,” kata salah satu pejabat Barat dikutip Rabu (13/5/2026).

Reuters menyebut belum dapat memverifikasi secara independen target pasti dari serangan tersebut.

Pemerintah Arab Saudi maupun Iran juga tidak memberikan konfirmasi langsung.

Konflik regional meningkat tajam setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Sejak itu, ketegangan meluas ke kawasan Teluk dengan Iran disebut meluncurkan rudal dan drone ke seluruh negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC), termasuk fasilitas militer, bandara, infrastruktur sipil, dan fasilitas minyak.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran juga sempat mengganggu perdagangan energi global.

Laporan tersebut juga menyebut Uni Emirat Arab diduga ikut melancarkan serangan terhadap Iran, menunjukkan negara-negara Teluk mulai mengambil langkah militer langsung sebagai respons atas serangan Teheran.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved