Iran vs Amerika

Resmi Pesan Mojtaba Khamenei Efek Perang Iran vs Amerika Soal Selat Hormuz, Rusia Cuan

Perang Iran vs Amerika. Mojtaba Khamenei mengisyaratkan fase baru Selat Hormuz di tengah gencatan senjata yang goyah.

Tayang:
Editor: Nia Kurniawan
Istimewa/X/@G8GIST hindustantimes
Mojtaba Khamenei (kiri) adalah putra Ayatollah Ali Khamenei.Perang Iran vs Amerika. Mojtaba Khamenei mengisyaratkan fase baru Selat Hormuz di tengah gencatan senjata yang goyah: 

TRIBUNKALTENG.COM - UPDATE Perang Iran vs Amerika. Mojtaba Khamenei mengisyaratkan fase baru Selat Hormuz di tengah gencatan senjata yang goyah: 'Tidak menginginkan perang, tidak akan mengorbankan hak-hak kita'

Iran menyetujui gencatan senjata rapuh selama dua minggu dengan Amerika Serikat yang dapat membuka jalan bagi negosiasi perdamaian setelah ancaman pemusnahan dari Trump.

Baca juga: Kabar Duka Perang Iran vs Amerika, Israel Klaim Bunuh Keponakan dan Sekretaris Pemimpin Hizbullah

Ya, Iran akan mengalihkan pengelolaan Selat Hormuz yang strategis ke fase baru, kata Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei pada hari Kamis dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah, seperti dilaporkan oleh kantor berita Reuters.

Kini "Iran tidak menginginkan perang tetapi tidak akan melepaskan hak-haknya dan menganggap semua front perlawanan sebagai satu kesatuan," kata Khamenei.

"Kami tidak mencari perang dan kami tidak menginginkannya," katanya.

Iran pekan ini menyetujui gencatan senjata rapuh selama dua minggu dengan Amerika Serikat yang dapat membuka jalan bagi negosiasi perdamaian setelah ancaman pemusnahan dari Presiden AS Donald Trump.

Khamenei juga mengatakan kepada warga Iran bahwa mereka "tidak boleh membayangkan bahwa turun ke jalan tidak lagi diperlukan" meskipun ada gencatan senjata.

"Suara Anda di ruang publik tidak diragukan lagi berpengaruh pada hasil negosiasi," katanya, menurut pesan yang disiarkan di televisi pemerintah.

Mengapa Mojtaba Khamenei memberikan peringatan?
Dia mengatakan itu, tampaknya merujuk pada Lebanon, tempat Israel terlibat pertempuran dengan sekutu Teheran, Hizbullah.

Serangan Israel pada hari Rabu menandai hari paling mematikan di Lebanon sejak perang dimulai, menewaskan lebih dari 300 orang.

Perselisihan masih berlanjut mengenai apakah gencatan senjata mencakup kelompok militan Lebanon, Hizbullah, dengan Iran memperingatkan akan adanya "tanggapan KERAS" jika serangan terhadap sekutunya terus berlanjut.

Pembicaraan antara Israel dan Lebanon diperkirakan akan berlangsung pekan depan di Washington, menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia telah menyetujui negosiasi langsung, sementara pemerintah Lebanon belum memberikan tanggapan.

Netanyahu juga mengatakan bahwa tidak ada gencatan senjata di Lebanon dan Israel akan melanjutkan serangannya terhadap Hizbullah, seperti dilansir dari Hindustan Times, Jumat 10 April 2026.

Konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang pecah sejak 28 Februari 2026 ternyata membawa dampak tak terduga bagi Rusia.

Di tengah krisis energi global, pendapatan sektor minyak Rusia dilaporkan melonjak tajam tembus ke level tertinggi hanya dalam satu bulan, yakni selama April 2026.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved